BERAU POST - Beredar isu politikus kawakan Madri Pani, resmi mengundurkan diri dari Partai Nasional Demokrat (NasDem).
Madri yang dikonfirmasi akan kabar tersebut, tidak membantah kebenaran berita dirinya “pamit” dari partai pimpinan Surya Paloh itu.
Madri menuturkan, tidak ada kerenggangan antar dirinya dan pengurus partai. Langkah ini diambil, karena Madri merasa dirinya sudah tidak memberikan kontribusi kepada partai tersebut.
“Saya sekarang orang biasa. Saya takut hanya menjadi beban bagi partai,” ujarnya.
Ia mengaku, dirinya telah berkomunikasi dengan pimpinan DPD NasDem Berau, Dedy Okto Nooryanto.
Selama menjadi bagian NasDem, Madri diketahui sempat menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) NasDem 2024 lalu. Kemudian pada tahun 2019 dirinya terpilih menjadi Ketua DPRD Berau, dengan meraih suara 2.746 dari daerah pemilihan 4.
“Langkah ini berat. Tapi namanya partai dinamis saja,” tuturnya kepada Berau Post.
Mantan caleg pemecah rekor suara terbanyak pada Pileg 2024 ini, dengan 5.116 suara tersebut itu mengatakan, regenerasi perlu dilakukan, agar kaula muda memiliki kesempatan yang sama untuk menimba ilmu di NasDem.
“NasDem partai besar. Banyak orang hebat di dalamnya. Saya bersyukur bergabung dengan partai tersebut. Banyak ilmu yang saya dapat,” tegasnya.
Saat disinggung akan naik ke “kapal” yang mana. Madri mengatakan, dirinya saat ini masih fokus untuk berkebun di lahan miliknya di Kampung Gurimbang.
“Belum ada (tujuan,red), saya suka melihat tanaman. Ngobrol bersama warga,” ujarnya tersenyum.
Ia mengatakan dengan dirinya tanpa parpol saat ini. Ia merasa bisa bebas dekat dengan masyarakat. Tanpa embel-embel politik.
Ia menyadari bahwa selama ini dirinya dekat dengan warga, selalu dianggap ada hubungan dengan politik. Padahal dirinya mengaku memang suka mengobrol dan bermain catur dengan warga.
“Saya itu hobi catur. Dikit-dikit nanti dikaitkan dengan politik. Itu saya khawatirkan,” paparnya.
Ia menyadari, tanpa masyarakat dirinya tidak mungkin menjadi ketua DPRD. Ia juga ingin ada investasi sosial dengan masyarakat.
“Suatu saat kita ini bakal kembali menjadi masyarakat biasa. Jabatan hanya sementara,” ujarnya.
"Letakkan dunia ke dua belah tangan mu, letakkan akhirat di hati mu," nasihatnya. (hmd)
Editor : Nurismi