Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Politisi Muda Rahayu Saraswati Mundur dari DPR, Ini Kata Ketua Tidar Berau

Beraupost • Sabtu, 13 September 2025 | 12:42 WIB
Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kabupaten Berau, Sutami. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kabupaten Berau, Sutami. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Langkah mengejutkan datang dari politisi muda Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang secara resmi mengundurkan diri dari kursi DPR RI. Keputusan ini sontak menjadi sorotan publik, termasuk dari kalangan muda di daerah.

Bagi sebagian besar anak muda yang selama ini melihat Saraswati sebagai representasi suara generasi mereka di parlemen, kepergian ini menyisakan ruang kosong yang tak mudah tergantikan.

Hal itu diutarakan Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kabupaten Berau, Sutami.
Dia mengaku prihatin akan hilangnya sosok inspiratif dari gelanggang politik nasional.

"Keputusan untuk mundur tentu mengejutkan banyak pihak. Rahayu Saraswati selama ini dikenal sebagai politisi muda yang tidak hanya cerdas, tapi juga konsisten menyuarakan isu-isu penting seperti hak perempuan, perlindungan anak, hingga perjuangan melawan perdagangan manusia," ujar Dodong Jumat (12/9).

Menurut Dodong -sapaannya, langkah yang diambil Saraswati bukan sekadar manuver politik biasa, melainkan bentuk keteguhan dan keberanian dalam menentukan arah perjuangan yang lebih luas.

Baginya, pengunduran diri tersebut adalah sinyal bahwa politik tidak harus selalu dijalani melalui kursi kekuasaan, tetapi bisa dilakukan dari berbagai ruang pengabdian.

"Di tengah arus politik yang kerap kali diwarnai kompromi dan kepentingan jangka pendek, sosok seperti Saraswati menghadirkan harapan baru. Dia membuktikan bahwa politik bisa dijalani dengan nurani, keberpihakan, dan dedikasi yang tulus terhadap masyarakat," tegasnya.

Dirinya pun menyoroti pentingnya kehadiran tokoh-tokoh muda seperti Saraswati di parlemen.

Menurutnya, di tengah kompleksitas tantangan bangsa dari ketimpangan sosial, ketidaksetaraan gender, hingga isu anak dan kemanusiaan diperlukan sosok yang mampu menyuarakan kepentingan generasi muda secara autentik.

"Kepergiannya dari DPR RI jelas meninggalkan kekosongan, terutama dalam representasi anak muda yang memiliki visi, integritas, dan keberanian bersikap. Itu yang membuat beliau begitu dihormati, tak hanya oleh rekan separtai, tapi juga oleh kami di daerah," tambahnya.

Meski begitu, Dodong tetap memandang keputusan tersebut sebagai langkah dewasa dalam perjalanan politik Saraswati.

Ia optimistis, justru di luar parlemen Saraswati bisa menjadi agen perubahan yang lebih bebas dan berpengaruh.

“Saya percaya ini bukan akhir. Justru mungkin ini awal dari babak baru perjuangan beliau. Dengan kapasitas dan jejaring yang dimiliki, kontribusi beliau bisa menjangkau masyarakat lebih luas. Politik itu bukan hanya soal gedung DPR, tapi soal kehadiran nyata di tengah rakyat,” kata dia.

Lebih jauh ditegaskannya, figur seperti Rahayu Saraswati memiliki dampak nyata dalam membangkitkan semangat pemuda, khususnya di daerah seperti Berau.

Di tengah tantangan pembangunan yang masih beragam, keberadaan role model yang mampu menginspirasi generasi muda untuk peduli dan terlibat aktif sangatlah penting.

“Saya berharap Saraswati sejatinya tetap berada di DPR RI karena kualitas dan kerjanya nyata dan terbukti, semoga partai dapat meninjau kembali keputusan mundurnya ini." ujarnya.

Ia pun mengajak para pemuda di Berau dan seluruh Indonesia untuk tidak apatis terhadap politik dan isu-isu kebangsaan.

Menurutnya, perubahan hanya bisa terjadi ketika anak muda keluar dari zona nyaman dan mengambil bagian dalam proses-proses sosial yang nyata.

"Jangan hanya jadi penonton. Mari jadi pelaku perubahan. Masa depan Indonesia, termasuk Berau, sangat bergantung pada kita," bebernya.

"Selama masih ada semangat seperti yang ditunjukkan Rahayu Saraswati, saya yakin anak muda Indonesia tidak akan pernah kehabisan alasan untuk terus bergerak maju," pungkasnya. (aky/sam)

Editor : Nurismi
#dpr ri #pemuda #rahayu saraswati #mundur #Kabupaten Berau #Tidar