BERAU POST - Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan konektivitas udara di Kalimantan Timur.
Kali ini, ia turut mendampingi Presiden Direktur PT Lion Group, Daniel Putut beserta jajaran, dalam agenda koordinasi dengan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Kamis (21/3).
Pertemuan tersebut membahas rencana pengoperasian rute penerbangan internasional dari dan menuju Samarinda.
Ferdinan menilai langkah ini penting, sebagai bagian dari percepatan konektivitas udara di wilayah Kaltim.
“Kami terus dorong agar setiap bandara di wilayah kerja memenuhi standar internasional, termasuk pemenuhan fasilitas CIQ (Customs, Immigration, Quarantine),” ujarnya kemarin (22/8).
Ia menjelaskan, koordinasi intensif telah dilakukan bersama Bandara APT Pranoto Samarinda dan Bandara Juwata Tarakan, melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Selain itu, Ferdinan menekankan pentingnya penerapan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020 tentang National Logistic Ecosystem (NLE) di seluruh bandara.
“Kami ingin bandara tidak hanya berfungsi sebagai pintu transportasi, tapi juga simpul ekonomi,” katanya.
Namun ia menilai, pengembangan bandara internasional di Kaltim tidak seharusnya berhenti pada Samarinda.
Dalam kesempatan tersebut, Ferdinan turut mempromosikan potensi Bandara Kalimarau di Kabupaten Berau.
“Kalimarau adalah salah satu bandara strategis yang punya peluang besar mendukung penerbangan internasional,” ungkapnya.
Ia menekankan, Bandara Kalimarau menjadi pintu gerbang utama menuju destinasi wisata bahari kelas dunia di Kepulauan Derawan.
Berau disebut punya potensi yang luar biasa. Pariwisata Berau sudah dikenal hingga mancanegara, sehingga akses udara internasional akan sangat menunjang.
Status Bandara Kalimarau sebagai salah satu dari tiga bandara dengan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Otoritas Bandar Udara Wilayah VII juga dianggap menjadi nilai tambah.
“Dengan status BLU, bandara punya fleksibilitas dalam pengembangan layanan. Ini bisa kita manfaatkan untuk mendukung rencana internasionalisasi,” terangnya.
Ferdinan menyebut, beberapa opsi rute internasional dapat dipertimbangkan untuk Kalimarau, baik dari negara tetangga di Asia Tenggara maupun jalur koneksi langsung ke pusat-pusat wisata.
“Rute ke Malaysia atau Singapura misalnya, akan sangat relevan dengan pasar wisatawan yang selama ini banyak datang ke Derawan,” paparnya.
Menurutnya, upaya membuka rute internasional di Berau akan membawa dampak luas. Selain sektor pariwisata, peluang ekspor komoditas lokal juga bisa lebih terbuka dengan adanya akses penerbangan langsung.
Konektivitas udara internasional akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi. Ini bisa menjadi manfaat yang bisa dirasakan masyarakat secara nyata.
Dukungan atas langkah promosi tersebut juga datang dari Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. Ia menilai langkah Ferdinan Nurdin penting bagi daerah.
“Kami apresiasi promosi yang dilakukan, karena Berau memang perlu penerbangan yang lebih beragam,” ujarnya.
Menurut Sumadi, semakin beragam rute penerbangan akan membuat harga tiket lebih bersaing sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Kalau rute banyak, harga bisa lebih kompetitif dan wisatawan makin mudah datang ke Berau,” katanya.
Ia berharap dampak dari pengembangan rute penerbangan di Kalimarau tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
Kedatangan wisatawan akan menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari hotel, restoran, UMKM, hingga transportasi. “Ini manfaat nyata bagi warga Berau,” tegasnya.
Dengan adanya dorongan dari Otoritas Bandara dan dukungan pemerintah daerah, Bandara Kalimarau diproyeksikan tidak hanya menjadi penghubung domestik, tetapi juga pintu masuk internasional yang dapat membawa nama Kalimantan Timur ke kancah global. (sen/sam)
Editor : Nurismi