BERAU POST- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) Individu Semester (Bansis) triwulan II tahun ini.
Bantuan ini ditujukan bagi lansia tidak mampu dan anak yatim piatu kurang mampu atau terlantar di 10 kelurahan yang ada di Kabupaten Berau.
Pekerja Sosial (Peksos) Ahli Muda Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Erlina Anida, menjelaskan, alokasi bantuan pada setiap triwulan mencapai Rp 1,9 miliar. Artinya, dalam setahun total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 7,6 miliar, dengan sasaran 900 lansia dan 375 anak yatim piatu.
“Penyaluran tahap kedua ini sudah dimulai sejak 24 Juli lalu di Kelurahan Gayam. Kemudian dilanjutkan ke Gunung Panjang dan Bugis. Karena ada 10 kelurahan, penyaluran berlangsung selama 10 hari,” ujarnya kepada Berau Post, Selasa (29/7).
Bebernya, setiap penerima mendapat bantuan sebesar Rp 500 ribu per bulan. Penyaluran biasanya dipusatkan di kantor kelurahan masing-masing.
Namun, bagi penerima yang berhalangan hadir, tetap diberikan kesempatan mengambil bantuan di hari berikutnya.
Pun penerima juga bisa langsung mengambil ke bank penyalur, namun tetap harus lebih dulu melapor ke petugas Dinsos Berau.
Meski jumlah penerima mencapai ribuan orang, Erlina mengakui angka tersebut belum mencakup seluruh lansia dan anak yatim piatu tidak mampu di Berau.
Menurutnya, daftar tunggu penerima cukup panjang, namun penetapan penerima tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Yang bisa kami bantu hanya 900 lansia dan 375 anak yatim piatu. Padahal sebetulnya jumlah warga yang memenuhi kriteria lebih dari itu,” ungkapnya.
Proses penentuan penerima bantuan pun cukup selektif. Usulan berasal dari ketua RT yang kemudian diverifikasi di tingkat kelurahan sebelum disampaikan ke Dinsos Berau.
Ditegaskan, keterlibatan RT sangat penting karena mereka yang paling mengetahui kondisi warganya.
“Jadi atas dasar rekomendasi dari RT. Karena yang tahu kondisi keluarga yang benar-benar tidak mampu itu ya RT,” jelasnya.
Terkait data penerima tahun depan bebernya, kemungkinan besar tetap akan mengacu pada mekanisme usulan dari RT dan kelurahan.
Namun, prioritas akan diberikan kepada penerima dengan kondisi tertentu, seperti lansia sakit atau lansia terlantar yang tidak memiliki keluarga.
“Kalau lansia dalam keadaan sakit, atau yang tinggal sendirian tanpa keluarga, biasanya akan diusulkan lagi. Itu yang kami prioritaskan,” katanya.
Berbeda halnya dengan lansia yang masih memiliki keluarga dan hanya masuk kategori tidak mampu.
Kebijakan pergantian penerima diserahkan kepada pertimbangan RT dan kelurahan masing-masing.
Erlina menambahkan, wilayah dengan jumlah lansia terlantar terbanyak disebut berada di Sambaliung dan Teluk Bayur.
Bahkan di Teluk Bayur, jumlah lansia tidak mampu yang tercatat mencapai lebih dari 500 orang. Namun dari jumlah itu, yang bisa mendapatkan bantuan hanya sekitar 100 orang.
“Di Kelurahan Tanjung Redeb saja, untuk lansia hanya 96 orang dan anak yatim piatu 41 orang yang mendapat bantuan. Padahal data yang kami punya menunjukkan jumlah yang memenuhi syarat lebih banyak,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih, menuturkan, Pemkab Berau menyalurkan bansos khusus diberikan bagi penerima yang berada di 10 kelurahan.
Sementara, untuk 100 kampung lainnya direalisasikan melalui Alokasi Dana Kampung (ADK) pada masing-masing kampung dengan nominal yang sama.
"Ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap masyarakat rentan. Yakni anak yatim piatu kurang mampu, miskin, terlantar dan lansia tidak mampu," ucapnya.
Bansos tersebut diharapkan dapat meringankan beban mereka dan menjadi bermanfaat dalam pemenuhan kehidupan sehari-hari. Sehingga, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik lagi.
Sri Juniarsih mengimbau kepada Dinsos Berau, camat, lurah, ketua RT, untuk memantau data masyarakat miskin di Berau.
Tujuannya supaya memastikan penyaluran bansos tersebut tepat sasaran, mengingat setiap tahun pertumbuhan penduduk di Berau mengalami peningkatan.
"Harus rajin mengomunikasikan dengan RT setempat, karena data lansia dan anak yatim piatu bisa berubah setiap bulannya," terangnya. (aja/sam)
Editor : Nurismi