BERAU POST – Rencana relokasi rumah warga terdampak banjir di Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah, mulai menunjukkan perkembangan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) menargetkan pelaksanaannya bisa dimulai tahun depan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkim Berau, Rusnan Hefni, menyebut, sejumlah persiapan sudah dilakukan.
Salah satunya pendataan rumah dan bangunan yang terdampak banjir di kampung tersebut. Berdasarkan hasil survei, terdapat 78 unit rumah yang teridentifikasi.
“Data sudah lengkap dan sudah kami kantongi. Termasuk usulan dari pihak kampung terkait rumah-rumah yang kemarin terkena dampak banjir,” ucapnya diwawancara belum lama ini.
Pihaknya juga telah mengirimkan surat resmi ke Pemerintah Kabupaten Berau dan kini sedang menyiapkan pengajuan bantuan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Surat usulan itu sudah ditandatangani bupati Berau, tinggal menunggu proses tindak lanjut di tingkat kementerian.
Meski begitu, pelaksanaan relokasi belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Menurutnya, tahun ini belum menjadi waktu yang ideal karena masih ada sejumlah persoalan administratif yang perlu dibereskan, termasuk soal ketersediaan lahan.
“Kami memang sempat meninjau lokasi calon lahan seluas kurang lebih 4 hektare. Tapi status lahan itu masih belum jelas. Harus ada kepastian legalitas. Kampung memang menawarkan, tapi perlu hitam di atas putih. Ini yang masih kami dalami,” jelasnya.
Kendala administratif tersebut juga diperparah adanya sebagian wilayah yang masuk dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU). Karena itu, Disperkim menilai pelaksanaan fisik relokasi akan lebih realistis dilakukan pada 2026.
“Bukan berarti kami menunda. Tapi harus disiapkan semuanya secara matang, termasuk anggaran. Kita tidak bisa asal bangun,” tegasnya.
Dirinya juga sedang menjajaki kemungkinan dukungan pendanaan dari Pemerintah Pusat.
Ia berharap pengajuan bantuan ke kementerian bisa mempercepat proses relokasi, terutama dalam hal pembangunan unit rumah baru bagi warga terdampak.
Rencananya, rumah yang dibangun akan menggunakan tipe 36. Namun jumlah unit yang disiapkan bisa bertambah, sebab ada beberapa kepala keluarga yang masih tinggal bersama dalam satu rumah dan belum masuk dalam daftar prioritas awal.
“Sekarang kami sedang koordinasi lagi dengan kementerian. Mudah-mudahan ada bantuan juga dari pusat, warga di Long Ayap memang sudah mendesak untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman,” pungkasnya.
Adapun Camat Segah, Noor Alam, menegaskan, kondisi masyarakat saat ini sudah berangsur pulih.
Aktivitas harian telah kembali normal, dan sebagian warga juga telah memperbaiki rumah yang rusak akibat banjir.
“Pascabencana ini, masyatakat sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Tempat tinggal juga sudah ditangani, tim dari pemkab sudah turun ke lapangan,” ungkapnya.
Ia optimistis persoalan lahan untuk relokasi akan tuntas dalam waktu dekat. Dari hasil tinjauan itu juga, kemungkinan besar proyek ini dimulai tahun depan sembari memenuhi persyaratan lainnya.
Terkait permasalahan lahan sudah clean and clear. Tanah yang akan dipakai adalah hibah dari pemerintah Kampung Long Ayap.
Ia menambahkan, relokasi akan dilakukan ke kawasan yang lebih tinggi, jauh dari risiko banjir. Ia juga memastikan, pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan warga dan dinas terkait untuk mempercepat proses pemulihan.
“Sementara masyarakat juga perbaiki rumah yang rusak. Kalau rumahnya hanyut, biasanya mereka ikut tinggal bersama keluarga dulu,” tutupnya. (aja/sam)
Editor : Nurismi