BERAU POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memacu pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi komoditi.
Termasuk akses menuju kawasan pariwisata strategis seperti di Kecamatan Bidukbiduk dan sekitarnya.
Upaya ini dilakukan lewat sejumlah proyek fisik jalan dan jembatan yang tersebar dari Kutai Timur, hingga wilayah pesisir selatan Berau.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan komitmennya memperkuat konektivitas menuju destinasi unggulan di utara Kaltim.
Menurutnya, kondisi jalan dari jalur Kaubun, Kutai Timur, menuju Bidukbiduk cukup baik, namun masih membutuhkan pembenahan di beberapa titik.
“Akses jalan alhamdulillah cukup bagus, tapi memang perlu pembenahan. InsyaAllah tahun ini akan selesai. Jalan menuju tempat pariwisata di utara Kaltim ini, termasuk Jembatan Sei Nibung juga akan segera dikoneksikan,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke Bidukbiduk baru-baru ini.
Adapun Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menyebut, proyek Jembatan Sei Nibung menjadi simpul penting akses ke wilayah pesisir masih dalam progres.
“Untuk jembatan Sei Nibung, ditargetkan rampung akhir 2026 dan sudah bisa dilewati,” katanya.
Sementara itu, beberapa ruas jalan utama tengah dikerjakan, salah satunya Jalan Talisayan–Tanjung Redeb yang memiliki lima tahapan pekerjaan dengan total panjang lebih dari 17 kilometer.
Tahap 1 sepanjang 3 km senilai Rp 37,5 miliar dengan progres 10,7 persen, tahap 2 sepanjang 3,8 km senilai Rp 47,8 miliar dengan progres 15,52 persen, tahap 3 sepanjang 5 km senilai Rp 61,3 miliar dengan progres 11,6 persen, tahap 4 sepanjang 3,2 km senilai Rp 37,9 miliar dengan progres 10,5 persen, dan tahap 5 sepanjang 2,5 km senilai Rp 31,3 miliar memiliki progres 22,5 persen.
Di sisi lain, pembangunan Fender Jembatan Sambaliung 1 juga berlangsung dengan panjang penanganan 180 meter dan progres fisik telah mencapai 45,1 persen.
Pekerjaan infrastruktur juga menyasar penguatan struktur jalan dengan membangun turap dan bronjong. Di ruas Talisayan–Tanjung Redeb, tahap 1 sepanjang 46 meter senilai Rp 5,2 miliar, dan tahap 2 sepanjang 36 meter senilai Rp 4,1 miliar.
“Semua sedang berprogres, untuk jalan kita fokus pada pekerjaan jalan yang ada,” terangnya.
Untuk memperkuat jalur konektivitas dari Kutai Timur ke Berau, Pemprov Kaltim juga menggarap ruas jalan Batas Kutai Timur–Talisayan.
Salah satu proyek menggunakan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit senilai Rp 36,1 miliar dengan panjang penanganan 2.640 meter sudah berprogres sebanyak 42,01 persen.
Selain itu, tiga proyek besar lain di ruas yang sama juga tengah berjalan. Segmen pertama dengan nilai Rp 45,7 miliar sepanjang 3.800 meter punya progres sebanyak 44,34 persen, segmen kedua Rp 45,76 miliar sepanjang 3.800 meter dengan progres 49,1 persen, dan segmen ketiga Rp 45,76 miliar sepanjang 3.800 meter yang sudah terbangun sebanyak 20,57 persen.
Tak hanya jalan, pengamanan badan jalan juga dilakukan dengan pembangunan turap dan bronjong.
Di segmen pertama sepanjang 55 meter senilai Rp 6,26 miliar, segmen kedua sepanjang 61 meter dengan nilai Rp 6,87 miliar, serta dua segmen lain masing-masing sepanjang 43 meter di titik STA 40+785 dan 41+785, yang saat ini masih menunggu kontrak dan belum berjalan.
“Sementara kita selesaikan jembatan (Sei Nibung, red), yang lainnya (jalan, red) juga fokus untuk dibangun,” pungkasnya.
Dengan proyek-proyek ini, Pemprov Kaltim berharap akses antarwilayah semakin lancar, distribusi logistik lebih efisien, dan potensi pariwisata daerah seperti Bidukbiduk bisa lebih dikembangkan sebagai destinasi unggulan. (sen/sam)
Editor : Nurismi