Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Mercure Berau Resmi Hadir: Hotel Bintang Empat Pertama dengan Sentuhan Lokal dan Fasilitas Mewah

Beraupost • Senin, 14 Juli 2025 | 09:55 WIB

 

TRIAL STAY: Terletak di pusat kota, Hotel Mercure Berau mengusung konsep modern dengan sentuhan lokal, menjadi wajah baru perhotelan di Tanjung Redeb. (IZZA/BP)
TRIAL STAY: Terletak di pusat kota, Hotel Mercure Berau mengusung konsep modern dengan sentuhan lokal, menjadi wajah baru perhotelan di Tanjung Redeb. (IZZA/BP)

Ketika mendengar nama Mercure, yang terlintas di benak adalah jaringan hotel yang tak asing lagi di kota-kota besar Indonesia.

Kini, nama itu sudah hadir di Berau. Bukan hanya sekadar tempat menginap, Mercure membawa atmosfer baru bagi dunia perhotelan di daerah ini.

AMNIL IZZA, Tanjung Redeb

Menjelang resmi dibuka untuk umum, selain mitra kerja, pemilik hotel mengundang kerabat dan seluruh relasinya untuk mendapat kesempatan mencoba langsung pengalaman menginap di hotel bintang empat pertama di Berau ini dalam program trial stay selama tiga hari dua malam, pada 11 hingga 13 Juli 2025.

Hotel Mercure Berau memiliki total 143 kamar dan 10 vila. Barisan vila berada di sisi kanan begitu memasuki kawasan hotel.

Sapaan ramah dari petugas keamanan di pos depan langsung memberi kesan bersahabat, yang kemudian mengarahkan pengunjung untuk memarkir kendaraannya.

Parkiran itu ada di bagian belakang hotel, mungkin bisa dikatakan menjadi salah satu yang terluas di Berau sejauh ini.

Sambutan hangat kembali terasa sejak tiba di area hotel. Senyum dan ucapan selamat datang terdengar saat mendekati pintu lobi, memberi nuansa hangat sebelum kaki melangkah ke dalam bangunan utama.

Kesan elegan langsung menyambut sejak melangkah ke dalam lobi yang luas, ditata dengan desain kontemporer khas Mercure. Setiap pengunjung juga disambut dengan welcome drink yang menyegarkan.

Masih di area yang sama, lobi lounge juga langsung menarik perhatian. Area ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang tunggu, tetapi juga dilengkapi dengan kafe dan tempat duduk yang nyaman untuk bersantai.

Dari sini, pengunjung juga bisa langsung melihat area kolam renang yang akan jadi salah satu fasilitas favorit di hotel ini.

Hotel ini juga menawarkan banyak spot yang instagramable. Di lobi lounge hingga di berbagai sudut lorong menuju kamar, terdapat pajangan lukisan bergaya kontemporer dan hiasan batik yang memperkuat identitas lokal.

Salah satu sisi dindingnya bahkan dihias living wall dengan teknik moss art, sejenis instalasi seni dari lumut kering yang ditata menyerupai taman vertikal.

Selain menambah estetika ruangan, elemen ini juga memberi kesan alami dan tenang, menjadi latar menarik bagi pengunjung yang ingin berfoto atau sekadar duduk menikmati suasana.

Mengusung konsep dari jaringan Accor, perusahaan perhotelan asal Prancis, Mercure selalu dikenal dengan pendekatan yang menghormati budaya lokal. Dan itu pula yang diterapkan di Berau.

Beberapa nama ruang pertemuan di hotel ini, juga diambil dari nama-nama daerah khas Berau seperti Maratua dan Pulau Derawan.

Menu makanan yang disajikan juga menyertakan cita rasa khas daerah, menjadi bagian dari cara hotel ini menyambut tamu dengan sentuhan lokal.

Salah seorang pengunjung, Marni, yang ditempatkan di salah satu kamar di lantai enam. Ketika membuka pintu kamar, dirinya langsung disambut dengan suasana ruangan yang hangat dan modern.

Kamar tempat ia menginap menawarkan kenyamanan yang langsung terasa sejak pertama kali merebahkan diri.

Kasurnya empuk dengan bantal-bantal yang menopang kepala dengan pas, cukup untuk membuat siapa pun betah berlama-lama di dalam kamar.

Udara sejuk mengalir merata ke seluruh ruangan berkat AC sentral, menciptakan kesejukan yang kontras dibandingkan dengan panasnya udara di luar sana.

Kamar tersebut juga sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari televisi, meja kerja, lemari pakaian, sofa, hingga brangkas dan kulkas mini. Tak ketinggalan kamar mandinya pun bersih, lengkap dengan perlengkapan mandi mewah.

"Yang paling membekas dari pengalaman menginap ini justru datang dari hal yang tak terduga, yakni sabun mandinya," ucapnya.

Aroma neroli dan bergamot yang lembut berpadu dengan sentuhan petitgrain dan lemon, menciptakan sensasi menyegarkan sejak pertama kali digunakan.

Sabun ini ternyata bukan produk sembarangan, dikenal sebagai pilihan di spa, salon, dan hotel-hotel ternama di berbagai belahan dunia. Aromanya menghadirkan suasana relaksasi khas hotel mewah.

"Saya sempat terpikir untuk membelinya selepas dari hotel," lanjut Marni.

Dari jendela kamar, ia bisa melihat pemandangan Kota Tanjung Redeb. Perumahan padat, kendaraan, dan lalu lalang masyarakat menjadi pemandangan yang kontras dengan tenangnya suasana di dalam kamar.

Ketika ingin keluar dari suasana kamar dan menikmati fasilitas lainnya, hotel ini menyediakan berbagai pilihan yang cukup lengkap.

Ada pusat kebugaran, kolam renang, kids corner, serta restoran dan kafe yang tersebar di beberapa titik.

Marni juga menceritakan pengalamannya menikmati sajian kuliner yang disediakan di Sanggam Resto, beragam pilihan menu disajikan dari masakan lokal, asia hingga western.

Saat sarapan, suasana restoran terasa hangat dan tertib. Hidangan disusun rapi di buffet, mulai dari nasi putih, nasi goreng, bubur ayam, soto, salad, roti dan pastry, hingga aneka jus dan kopi atau teh panas yang bisa dinikmati.

Saat malam tiba, suasananya berubah lebih tenang dan nyaman. Diiringi live music, makan malam di Sanggam Resto memberikan pengalaman berbeda, dengan pencahayaan lembut dan menu yang lebih variatif.

Salah satu hidangan yang cukup mencuri perhatian adalah sajian daging serundengnya. Potongan dagingnya empuk, tidak alot, dengan bumbu meresap hingga ke dalam.

Serundeng yang disajikan pun terasa gurih dan wangi, menambah kenikmatan setiap suapan.

"Jika dibanding malam kedua, sajian pada malam pertama menurut saya lebih menggugah selera makan," tuturnya.

Berbeda dengan Marni, salah seorang pengunjung lain, Diva mendapat kesempatan menginap di kamar lantai delapan.

Dari sisi fasilitas, kamar yang ditempatinya tidak berbeda jauh dengan kamar lain, nyaman, bersih, dan dilengkapi perlengkapan standar hotel sekelas Mercure.

Program trial stay ini menurutnya, bukan hanya sekadar undangan untuk bermalam, tapi juga bentuk keseriusan manajemen hotel untuk menerima masukan dan mengevaluasi kekurangan sebelum beroperasi penuh.

"Secara keseluruhan sudah bagus, cuma ada beberapa hal teknis yang memang perlu dibenahi sebelum dibuka resmi," ucapnya.

Baginya pribadi, pengalaman ini lebih dari sekadar menginap. Ini adalah pengenalan ulang terhadap Berau, dilihat dari sudut pandang yang berbeda, sudut pandang yang memadukan kehangatan lokal dengan layanan berkelas internasional.

Manajemen hotel yang membuka diri terhadap semua catatan dari para tamu. Setiap keluhan, komentar, dan saran dihimpun sebagai bahan evaluasi.

Setelah trial stay, manajemen hotel meminta seluruh pengunjung untuk memberikan masukan terkait pelayanan dan fasilitas yang ada. Semua masukan akan dirangkum menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.

Mercure Berau hadir bukan hanya sebagai tempat bermalam, tetapi membawa standar baru dalam layanan perhotelan di Bumi Batiwakkal.

Dengan kombinasi antara nuansa modern dan budaya lokal, hotel ini bisa menjadi pilihan utama bagi tamu yang menginginkan kenyamanan sekaligus koneksi dengan karakter daerah. (sam)

Editor : Nurismi
#fasilitas #hotel mercure #perhotelan #Kabupaten Berau