Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Krisis Kepercayaan Diri RSUD Lama, RSUD Baru Siap Beroperasi: Berau Hadapi Dilema Anggaran Kesehatan

Beraupost • Kamis, 10 Juli 2025 | 13:05 WIB

 

Lamlay Sari, Kepala Dinas Kesehatan Berau (SENO/BP)
Lamlay Sari, Kepala Dinas Kesehatan Berau (SENO/BP)

BERAU POST - Tahap satu pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru di Jalan Sultan Agung disebut telah rampung.

Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, belum memutuskan tentang pembagian anggaran antara RSUD dr Abdul Rivai dan rumah sakit baru, jika keduanya beroperasi nanti.

Kata Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, saat ini RSUD dr Abdul Rivai memang masih menjadi tanggungan Pemkab Berau.

Jika RSUD yang baru juga beroperasi, tentu anggaran yang akan dibutuhkan akan lebih besar.

“Saat ini, kami masih menyiapkan anggaran untuk SDM dan alat kesehatan itu kisaran Rp 15 miliar,” ujarnya belum lama ini.

Di sisi lain, Lamlay berharap agar kedua rumah tersebut bisa beroperasi berbarengan, dan bisa saling bersaing dalam memajukan dunia kesehatan di Bumi Batiwakkal.

“Termasuk manajemennya nanti seperti apa. Apakah di bawah satu tangan, atau dua manajemen,” tuturnya.

Disinggung kemungkinan akan disewakan ke pihak swasta. Lamlay belum berani berspekulasi lebih lanjut. Ia mengatakan, persoalan tersebut menjadi kewenangan kepala daerah.

“Jika berbicara soal sewa menyewa, tentu saya tidak berani bicara banyak,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mengatakan, persoalan pembiayaan memang perlu dilakukan duduk bersama lebih dulu.

Kedua rumah sakit sebutnya, membutuhkan suntikan dana segar, apalagi status RSUD dr Abdul Rivai saat ini tengah dilanda krisis kepercayaan diri.

“Kita tahu, rumah sakit lama terancam turun status. Ini tentu membutuhkan anggaran besar juga,” tuturnya.

Elita berharap agar permasalahan anggaran bisa diselesaikan secepat mungkin, agar tidak ada bentrokan antarRS lama dan baru.

Begitu juga untuk manajemennya. Apakah dijadikan satu atap atau tidak.

“Jika dijadikan satu atap, harus jelas dan bertanggung jawab. Jangan sampai fasilitas bagus, namun manajemen tidak tertata rapi,” tutupnya. (hmd/sam)

Editor : Nurismi
#sumber daya manusia #pemkab berau #Dinkes Berau