BERAU POST – Rencana pembangunan rumah produksi terasi, di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, mulai dilakukan.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, menyebut tahap awal berupa pembersihan dan pematangan lahan sudah dilakukan.
“Rumah produksi terasi sekarang itu sudah land clearing. Jadi lahan sudah dibersihkan dan disiapkan. Sekarang masuk ke tahap penimbunan, istilahnya pematangan lahan,” kata Eva saat ditemui, Rabu (25/6).
Pembangunan fisiknya pun ditargetkan mulai tahun ini. Tahap awalnya difokuskan pada pembangunan rumah produksi terlebih dulu.
Namun dirinya menekankan, pengerjaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Rumah produksinya itu insyaallah akan kita upayakan tahun ini juga, sehingga fisiknya mulai kelihatan juga,” ujarnya.
Pemkab Berau telah menganggarkan sebesar Rp 1,2 miliar, dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Berau 2025, untuk pembangunan tersebut.
Jumlah itu mencakup pembersihan lahan, pematangan, hingga pembangunan fisik awal rumah produksi.
Memang diakuinya, nilai itu belum sebanding dengan kebutuhan dalam dokumen perencanaan (DED), tapi pembangunan akan tetap dijalankan bertahap.
“Memang masih kecil dari kebutuhan di DED, tapi ini sebagai bentuk keseriusan kami. Sentra terasi memang sudah ditetapkan lokasinya di Kampung Buyung-Buyung,” paparnya.
Untuk diketahui lahan untuk pembangunan sentra ini berasal dari hibah pemerintah kampung.
Setelah surat hibah keluar, dokumen itu diserahkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk diproses sesuai ketentuan.
“Rasanya kemarin itu sudah sampai ke penerbitan akta sertifikat. Inilah yang akan jadi dasar untuk memulai pembangunan,” ucapnya.
Ia juga menyinggung soal kemungkinan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.
Namun, kebijakan itu bersifat tematik dan tergantung pada arah prioritas kementerian setiap tahunnya.
“Kalau temanya cocok, misalnya memang soal terasi, mereka siap support. Tapi sampai sekarang belum ada kisi-kisi untuk 2026,” katanya.
Sejauh ini, komunikasi dengan kementerian tetap terjalin dengan baik. Jika tema tahun depan mendukung sektor pengolahan hasil laut seperti terasi, pemerintah daerah siap mengajukan usulan.
Pembangunan rumah produksi terasi itu didukung oleh Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari.
Menurutnya, dengan adanya rumah produksi terasi, dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi serta nilai jual akan semakin tinggi. Untuk itu ia mendorong agar pembangunan tersebut dapat didirikan di Berau.
“Dengan adanya rumah produksi, tentunya juga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya para pelaku usaha terasi,” imbuhnya.
Pun dapat membantu meminimalisir pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh proses pengolahan terasi tradisional.
Diharapkan Pemkab Berau dapat merealisasikan pembangunan pengolahan terasi hingga rampung.
"Karena saya yakin, keberadaan rumah produksi ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Berau," ucapnya. (aja/hmd)
Editor : Nurismi