Di pusat kegiatan masyarakat Lapangan Pemuda, denting musik, tawa anak muda, aroma jajanan kaki lima, dan riuh suara komunitas menyatu dalam Berau Youthphoria 2025.
Anggoro Fadjar Suseno
Tanjung Redeb,
Selama empat hari, dari 12 hingga 15 Juni, event perdana ini menjelma menjadi lebih dari sekadar festival, tapi menjadi cermin semangat muda Bumi Batiwakkal yang tak pernah padam.
Bukan hanya panggung hiburan, Berau Youthphoria menjadi panggung kolektif. Tempat di mana komunitas mural memamerkan garis-garis ekspresif mereka.
Pecinta reptil memperkenalkan peliharaan uniknya, gamers bertarung dalam turnamen persahabatan.
Dan komunitas otomotif memarkir bangga kendaraan mereka yang dimodifikasi penuh karakter.
“Setiap tenan punya aktivitas sendiri. Tidak ada yang diam,” ujar Rengkuh Enggalingtyaz, Direktur PT Media Utama Berau yang juga bertindak sebagai event organizer BYP 2025.
Tak berlebihan. Sepanjang area acara, setiap sudut hidup. Komunitas bukan sekadar tampil, mereka hadir, menyapa, dan berinteraksi.
Sesuatu yang selama ini dirindukan mereka adalah ruang. Dan BYP memberikannya. “Panggung ini milik komunitas. Kami hanya fasilitator,” ucap Rengkuh.
Di sisi lain, aroma makanan khas Berau menggoda indera. Lebih dari 45 pelaku UMKM kuliner hadir menyuguhkan jajanan hasil kurasi. Bukan hanya jualan, tapi pengalaman kuliner lokal.
Dari cemilan ringan, kopi khas, hingga makanan berat, semua menggambarkan kekayaan rasa Batiwakkal.
“Ini bukan hanya festival, tapi juga gerakan ekonomi rakyat,” kata Rengkuh bangga.
Pada Sabtu dan Minggu, suasana kian meriah. Komunitas olahraga mengambil alih. Jalan santai dan Bhayangkara Berau Fun Run sejauh 7,9 kilometer menyatukan pelajar, masyarakat, hingga aparat keamanan dalam satu semangat: sehat dan bahagia bersama.
Aksi ini juga menjadi bagian dari perayaan menuju HUT Bhayangkara ke-79.
Menariknya, BYP tak berdiri sendiri. Ia lahir dari gotong-royong. Pemerintah Kabupaten Berau, Polres Berau, perusahaan swasta seperti PT Berau Coal, PLN UP3 Berau, Perumda Batiwakkal, dan banyak lagi, ikut menyumbang daya. Mereka bukan penonton, tapi bagian dari pementasan.
Salah satu kekuatan tersembunyi BYP adalah para relawan. Sejak dibuka dua hari sebelum pelaksanaan, pendaftaran relawan membeludak.
Dari 150 orang yang mendaftar, hanya 50 yang diterjunkan ke lapangan, menjadi ujung tombak kerja teknis selama event berlangsung.
“Antusiasme mereka luar biasa. Ini bukti semangat warga untuk terlibat aktif,” tutur Rengkuh.
Di pengujung acara, tak hanya stan yang perlahan ditutup. Tapi juga perasaan bangga yang tumbuh dalam diam: bahwa anak muda Berau bisa, komunitas Berau kuat, dan ide-ide kreatif selalu menemukan jalannya.
Berau Youthphoria 2025 bukan sekadar festival. Ia adalah pesan—bahwa ruang kreatif, jika diberikan dan dikelola dengan baik, akan menjadi pemantik perubahan.
“Semoga event ini berlanjut. Karena ukuran suksesnya bukan hanya ramai, tapi ada transaksi UMKM, ada komunitas yang tumbuh, dan masyarakat yang terlibat,” pungkas Rengkuh. (sam)
Editor : Nurismi