TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memaksimalkan penanganan terhadap warga yang terdampak banjir di Kecamatan Segah.
Saat ini, fokus utama masih pada upaya tanggap darurat dan pemenuhan kebutuhan pokok warga.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, menjelaskan, bantuan yang telah diberikan meliputi kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, serta perlengkapan khusus untuk wanita dan anak-anak.
“Kemarin kepala daerah sudah hadir menyerahkan bantuan yang mendasar seperti makanan, air bersih, kebutuhan wanita dan anak,” kata Muhammad Said, Jumat (30/5).
Ia menegaskan, pembangunan ulang rumah warga yang rusak akibat banjir akan menjadi fokus berikutnya setelah penanganan jangka pendek selesai.
Namun, rencana itu baru akan dibahas lebih rinci dalam rapat evaluasi pascabencana yang segera digelar.
Said menegaskan, pemerintah tengah fokus memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat pascabanjir seperti pangan, air bersih, obat-obatan dan kebutuhan harian wanita dan anak.
“Yang jelas kita masih fokus penanganan bencana. Setelah pascabencana, akan ada rapat evaluasi dan di sana akan dimantapkan,” ujarnya.
Menurutnya, setiap bencana yang terjadi akan selalu diawali dengan rapat koordinasi lintas instansi.
Dalam kondisi saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih menjadi ujung tombak dalam proses penyaluran bantuan ke warga terdampak.
Pemkab Berau memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan, dan mengupayakan langkah-langkah cepat untuk membantu masyarakat.
Rapat evaluasi mendatang diharapkan dapat memberikan arah yang lebih jelas terkait proses pembangunan rumah dan pemulihan jangka panjang.
Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih, memastikan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan langkah pemulihan, termasuk pembangunan kembali rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas dasar lainnya.
“Kami akan bangun kembali dari nol. Ini musibah terparah yang pernah terjadi di kampung ini,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa relokasi akan menjadi prioritas agar masyarakat bisa kembali menjalankan kehidupan normal.
Ia berharap bantuan yang saat ini disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak, meskipun bersifat awal dan masih terbatas.
Pemerintah Kabupaten Berau kini tengah memfokuskan upaya penanganan di lima kampung terdampak, termasuk Kampung Long Ayap.
“Banyak kampung terdampak, dan itu menjadi perhatian kami,” pungkasnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi