Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Berau Diterjang Banjir Bandang 5 Meter: Ribuan Warga Segah Mengungsi, Pemkab Bergerak Cepat!

Beraupost • Kamis, 29 Mei 2025 | 07:25 WIB

 

DILANDA BANJIR: Pantauan udara kondisi banjir yang melanda Kampung Long Ayap, Selasa (27/5). (OKTAVIANI UNTUK BERAU POST)
DILANDA BANJIR: Pantauan udara kondisi banjir yang melanda Kampung Long Ayap, Selasa (27/5). (OKTAVIANI UNTUK BERAU POST)

TANJUNG REDEB – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Berau sejak Senin (26/5) malam hingga Selasa (27/5) dini hari menyebabkan banjir bandang di Kecamatan Segah.

Banjir melanda Segah secara umum, namun diantaranya terdapat enam kampung terdampak yakni Kampung Punan Malinau, Punan Mahkam, Punan Segah, dengan tiga kampung mengalami banjir cukup parah yakni Long Laai, Long Ayap, dan Long Ayan.

Dari berbagai sumber informasi, ketinggian banjir diketahui mencapai 5 meter, disertai arus yang kuat mengakibatkan sejumlah rumah warga, rumah ibadah, serta fasilitas publik rusak akibat arus air yang deras dan sebanyak 2.765 orang terdampak.

Kini, masyarakat menyelamatkan diri ke rumah warga lain di kawasan tinggi seperti perbukitan. Ada juga masyarakat yang memilih membuat tenda darurat menggunakan terpal seadanya.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat Kecamatan Segah. Ia mengungkapkan telah menerima laporan sejak dini hari dan langsung menginstruksikan BPBD serta dinas teknis lainnya untuk bergerak cepat menangani dampak banjir.

“Pemkab telah memantau dan mengirim tim ke lokasi untuk memastikan keselamatan warga,” ujar Sri Juniarsih singkat.

Sementara Wakil Bupati Berau, Gamalis, juga langsung menggelar Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Bupati Berau, Selasa (27/5).

Rapat yang digelar secara mendadak itu melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis seperti Dinas Sosial, DPMK, BPKAD, Dinas Kesehatan, DLHK, Bapelitbang, serta dua asisten pemerintah daerah.

“Banjir ini cukup besar dan menyita perhatian kita. Rapat ini kami adakan s ecara darurat agar malam ini (kemarin, red) juga ada langkah konkret di lapangan,” ujarnya.

Dalam Rakortas tersebut, Gamalis menekankan tiga poin penting dalam penanganan banjir, yaitu evakuasi warga yang masih terjebak, penyaluran logistik, serta kajian cepat terhadap kerusakan fasilitas.

Meski begitu, pemkab belum menetapkan status tanggap darurat, karena belum terpenuhi sejumlah syarat administratif seperti adanya korban jiwa atau evakuasi massal resmi.

Dia menekankan agar tidak perlu menunggu proses administrasi, mengingat hal ini merupakan bencana kemanusiaan, sehingga semua pihak harus terlibat. Baik pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat.

Ia juga menyampaikan kesulitan akses menjadi tantangan tersendiri yakni perjalanan menuju Segah yang memakan waktu hingga enam jam, belum termasuk akses menuju kampung terdampak yang lebih dalam.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta membantu meringankan beban korban banjir.

“Pemerintah daerah pasti bergerak melakukan tindakan penanganan, tapi kami juga butuh uluran tangan masyarakat untuk menolong saudara kita disana,” tutupnya.

Penanganan akan terus berlanjut dengan pengiriman bantuan logistik, serta pemantauan lanjutan oleh tim di lapangan.

Pemerintah daerah juga berjanji akan mencari alternatif pembiayaan termasuk penggunaan Belanja Tak Terduga (BTT), meski pencairannya memerlukan waktu beberapa hari.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Mundi, menyebut, pihaknya telah mengerahkan satu tim dengan membawa perahu karet untuk memantau langsung kondisi dan membantu evakuasi warga di lapangan.

Sementara itu, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Berau, Novian Hidayat menyampaikan, penanganan pada hari pertama difokuskan pada asesmen dan evakuasi, sementara penyaluran logistik akan dilakukan Rabu (28/5).

Ditambahkannya juga, dampak banjir ini juga berpotensi meluas. Sebagaimana diketahui, yang terjadi saat ini masih di wilayah hulu, sehingga ada kemungkinan juga akan berdampak pada sisi hilir.

Potensi tersebut bisa lebih besar, jika hujan kembali melanda dengan intensitas tinggi. Sehingganya, dirinya juga mengimbau masyarakat baik di sisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Segah dan Kelay untuk tetap waspada.

“Kemungkinannya ada, sehingga kami juga imbau masyarakat yang tinggal di DAS Segah dan Kelay dari pertengahan hingga ke hilir untuk waspada,” paparnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#banjir bandang #Kabupaten Berau #kaltim