Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Lahan Kakao Rusak Dilanda Banjir, Dinas Perkebunan Berau Siapkan Strategi Pemulihan

Beraupost • Sabtu, 24 Mei 2025 | 11:45 WIB


Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini.
Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini.

TANJUNG REDEB – Banjir yang melanda sebagian besar wilayah penghasil kakao di Kabupaten Berau telah menyebabkan kerusakan serius.

Beberapa waktu lalu, keluhan penyakit hingga rusaknya fasilitas publik mulai bermunculan.

Tak hanya permasalahan tersebut, keluhan juga diketahui dari lahan-lahan kakao yang terdampak.

Dinas Perkebunan Berau kini tengah fokus menangani dampak pascabanjir tersebut.

“Kita sedang berupaya melakukan penataan ulang, karena sekitar 50 persen lahan terdampak banjir,” ujarnya belum lama ini.

Banjir tersebut mengakibatkan gagal panen di berbagai daerah penghasil kakao, bahkan banyak tanaman yang mati.

Oleh karena itu, pemulihan pascabanjir menjadi prioritas utama bagi Dinas Perkebunan Berau.

“Yang penting adalah menjaga semangat petani agar tidak beralih ke komoditas lain akibat kegagalan panen ini,” lanjutnya.

Sebagai langkah awal pemulihan, pihaknya akan melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap lahan-lahan terdampak.

Setelah itu, mereka akan mengevaluasi kembali komitmen petani terhadap budidaya kakao.

“Jika petani masih berkomitmen, kami akan mendukung dengan memberikan bantuan pupuk sebagai bagian dari proses pemulihan,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, tanaman kakao mengalami stres berat akibat banjir. Diharapkan tidak ada banjir susulan yang memperparah kondisi ini.

Wilayah yang paling terdampak, menurutnya mencakup beberapa kampung di sepanjang aliran Sungai Kelay seperti Merasa, Long Lanuk, Inaran, Bena Baru, Rantau Panjang, Tumbit Melayu, dan Tumbit Dayak.

“Kita juga harus mempertimbangkan pandangan investor, karena seringnya terjadi bencana bisa menimbulkan kekhawatiran terhadap kelangsungan investasi mereka,” ungkapnya.

“Oleh karena itu, kami sedang mencari solusi alternatif, seperti mencari lahan yang aman dari risiko banjir, sebagai langkah jangka panjang,” pungkasnya.

Terpisah, Camat Sambaliung, Ahmad Juhri, mengonfirmasi bahwa banjir yang melanda wilayahnya beberapa waktu lalu telah menyebabkan kerusakan cukup parah pada lahan kakao milik masyarakat.

“Banjirnya berlangsung cukup lama, jadi dampaknya besar,” ujarnya, Jumat (23/5).

Meski demikian, tidak dapat menyebutkan daya pasti terkait total luasan lahan yang terdampak masih belum seluruhnya terhimpun. “Pendataan masih berjalan, belum semua terdata,” katanya.

Ahmad menyambut baik rencana Dinas Perkebunan (Disbun) Berau yang akan menyalurkan bantuan dan stimulus kepada para petani kakao yang terdampak bencana tersebut. “Kami apresiasi bantuan dari Disbun,” ucapnya.

Ia berharap langkah itu dapat memberikan semangat baru bagi petani dan menghidupkan kembali sektor perkebunan kakao yang sempat lumpuh.

“Semoga bisa mendongkrak semangat petani dan bantu kebun kakao bangkit lagi,” pungkasnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#berau #lahan kakao #banjir #dinas perkebunan #rusak #pemkab berau