TANJUNG REDEB – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah di Kalimantan Timur turut menimbulkan keresahan bagi masyarakat Berau.
Namun hal ini langsung direspons Sales Brand Manager (SMB) Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) III Fuel, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Azril Ramadan.
Dia mengklaim pasokan dan penyaluran BBM di Berau dalam kondisi aman dan terkendali, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan serupa.
“Di Berau kapal sudah datang. Saat ini posisinya sudah di Stasiun Jobber Maluang, membawa kargo sebanyak 690 kiloliter,” ujarnya kemarin (20/5).
Menurut Azri, ketersediaan pasokan tersebut cukup untuk memenuhi permintaan BBM di wilayah Berau dalam beberapa waktu ke depan. “Kalau permintaannya banyak mulai besok, kita bisa maksimalkan penyalurannya,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa sistem distribusi untuk wilayah Berau berbeda dengan Balikpapan.
Jika Balikpapan mengandalkan suplai dari depot lokalnya, maka Berau memiliki suplai dari depot khusus di Maluang.
“Prosedur penyalurannya memang berbeda. Kapalnya beda, suplai poinnya juga beda. Jadi kemungkinan kelangkaan di Berau itu sangat kecil,” klaimnya.
Azri pun mengimbau masyarakat Berau untuk tidak melakukan panic buying karena khawatir yang dipicu oleh informasi dari daerah lain.
“Kami berharap masyarakat di Berau tidak perlu panik dengan pemberitaan yang terjadi di Balikpapan, karena kondisinya berbeda. Di Berau, penyaluran bahan bakar tetap berjalan seperti biasa,” tegas Azri.
Dengan persediaan yang telah tiba dan distribusi yang berjalan lancar dari Stasiun Jobber Maluang, pihaknya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Berau.
Dikutip dari Kaltim Post, krisis BBM di Kota Balikpapan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kelangkaan yang terjadi sejak Minggu (18/5) hingga Selasa (20/5) pagi, masih menunjukkan antrean kendaraan masih tampak mengular di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), termasuk di SPBU Gunung Guntur.
Pantauan di lapangan menunjukkan, ratusan pengendara rela mengantre berjam-jam meski diguyur hujan deras sejak pagi hari.
Demi mendapatkan bahan bakar, warga pun beralih ke jenis BBM lain seperti Pertalite. Namun, panjangnya antrean membuat banyak pengguna kendaraan harus bersabar lebih lama.
“Dari Simpang Masjid tadi sampai ke sini dua jam. Hujan-hujan tetap antre, karena kalau enggak diisi, enggak bisa kerja,” ujar Han, salah satu warga yang ikut antre di SPBU Gunung Guntur.
Warga lainnya juga mengeluhkan situasi yang dinilai mengganggu aktivitas harian mereka.
“Dari Simpang Masjid ke sini satu jam lebih. Botolan juga enggak ada. Ini sudah beberapa hari susah dapat BBM,” keluh seorang pengendara lain. (sen/sam)
Editor : Nurismi