Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Peningkatan Pelayanan Bandara Kalimantan: Kiprah Ferdinan Nurdin di Otoritas Wilayah VII

Beraupost • Senin, 19 Mei 2025 | 19:05 WIB

Ferdinan Nurdin, Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau
Ferdinan Nurdin, Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau


Setelah hampir dua tahun berupaya meningkatkan pelayanan di Bandara Kalimarau, Ferdinan Nurdin resmi mengemban tanggung jawab baru, menjalankan tugas yang lebih luas sebagai Kepala Badan Otoritas Bandar Udara Wilayah VII.

ANGGORO FADJAR SUSENO, Tanjung Redeb

Kantor Badan Otoritas Bandara Wilayah VII itu sendiri meliputi wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

Jabatan ini mulai diemban sejak 19 Mei 2025, setelah sebelumnya selama kurang lebih dua tahun Ferdinan memimpin transformasi Kalimarau dengan visi membangun kemandirian dan daya saing bandara di tengah tekanan pascapandemi.

Penugasannya di Kalimarau menjadi tonggak penting dalam kariernya, karena untuk pertama kalinya ia dipercaya memimpin sebuah satuan kerja berbentuk BLU.

Sejak awal, Ferdinan dihadapkan pada realita bahwa pengelolaan bandara tidak hanya berkutat pada aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan, tetapi juga menyentuh ranah bisnis, pengembangan pasar, serta penguatan jejaring penerbangan.

Sebagai BLU, Kalimarau dituntut untuk mampu mengelola dirinya secara mandiri, mengurangi beban pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan menciptakan nilai tambah dari potensi yang dimiliki.

Di bawah kepemimpinannya, berbagai langkah strategis dijalankan.

Pembukaan kembali rute penerbangan jet ke kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar, dan Jogjakarta menjadi prioritas.

Langkah ini merupakan upaya membangkitkan kembali kejayaan Kalimarau yang sempat meredup akibat pandemi Covid-19.

“Tugas kami adalah membangkitkan kembali traffic yang pernah ada bahkan melampauinya,” tegas Ferdinan belum lama ini.

Ferdinan juga menekankan pentingnya komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi sebagai kunci dari keberhasilan strategi pemulihan.

Ia menjalin kemitraan erat dengan seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mendorong promosi potensi daerah, serta mengajak sektor swasta untuk melihat peluang bisnis melalui konektivitas udara.

Menurutnya, Berau adalah wilayah yang kaya akan sumber daya dan memiliki daya tarik kuat di bidang pariwisata, perikanan, kehutanan, dan pertambangan, namun masih memerlukan sentuhan pengembangan dalam aspek aksesibilitas.

“Berau ini ibarat mutiara dalam lumpur. Kaya, tapi belum terangkat penuh. Bandara punya peran besar untuk mengubah itu,” ujarnya.

Dalam pandangannya, pengelolaan bandara tak bisa dilepaskan dari pembangunan daerah.

Karena itu, pendekatan yang ia bawa selama menjabat lebih dari sekadar operasional teknis, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Sebagai pemimpin, Ferdinan dikenal memegang teguh filosofi kepemimpinan yang melayani.

Ia menghidupkan nilai kerja keras dan tanggung jawab dalam setiap lini organisasi. Prinsipnya sederhana, namun tajam.

“Kalau kerja hanya sekadar kerja, kerbau pun bisa. Tapi kita manusia, diberi akal untuk mencipta perubahan,” ungkapnya.

Ia ingin kehadirannya memberi warna di setiap tempat tugas, menjadi pembeda, dan membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

Latar belakang pendidikan dan pengalaman Ferdinan mendukung kuat perannya.

Ia merupakan lulusan S-2 Manajemen Transportasi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, sebelumnya menyelesaikan studi S-1 Ilmu Hukum, serta berbagai pendidikan teknis di bidang lalu lintas udara.

Kariernya dimulai sebagai pemandu lalu lintas udara, lalu menjabat di berbagai posisi strategis seperti Kepala Bandara Gusti Syamsir Alam di Kotabaru, hingga Kasubdit dan Kepala Seksi di Direktorat Navigasi Penerbangan.

Pengalaman panjang tersebut membentuk pemahamannya yang utuh terhadap dunia penerbangan, baik dari sisi regulator maupun operator.

Jejaring dan relasi yang telah ia bangun menjadi modal penting dalam menjalin kerja sama dengan maskapai, investor, dan pemangku kepentingan lainnya selama menjabat di Kalimarau.

Kini, tugas Ferdinan berpindah ke wilayah yang lebih luas. Sebagai Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, ia mengemban mandat untuk mengawasi dan membina penyelenggaraan penerbangan di tiga provinsi strategis.

Fokusnya tetap pada pemenuhan standar keselamatan dan pelayanan, namun juga membawa misi peningkatan kinerja kelembagaan.

Ia menargetkan Wilayah VII dapat meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) serta Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), bahkan menaikkan kelas institusi menjadi Otoritas Bandara Kelas I.

Di luar tugas dinas, Ferdinan juga aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi. Ia merupakan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun dan turut membuka rayon baru di lingkungan Bandara Kalimarau. Bagi Ferdinan, pembinaan karakter tak berhenti di ruang kerja.

“Karakter dibangun lewat tindakan, komitmen, dan keteladanan, baik di dalam maupun di luar kantor,” ujarnya.

Perjalanan Ferdinan Nurdin di Kalimarau adalah cerminan kepemimpinan yang menjejak dan membawa perubahan.

Kini, tanggung jawabnya meningkat, namun semangatnya tetap sama: menjadikan bandara bukan hanya tempat singgah pesawat, tetapi simpul kemajuan bagi daerah dan masyarakat di sekitarnya. (sam)

Editor : Nurismi
#bandara kalimarau #otoritas bandara #kalimantan