Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Apresiasi Kinerja BKKBN Kaltim

Beraupost • Kamis, 15 Mei 2025 | 15:35 WIB

SAMPAIKAN PROGRAM: Gubernur Kaltim H Rudy Mas’ud menerima kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur dr Nurizky Permanajati dan jajaran. (RIAN/ADPIMPROV KALTIM)
SAMPAIKAN PROGRAM: Gubernur Kaltim H Rudy Mas’ud menerima kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur dr Nurizky Permanajati dan jajaran. (RIAN/ADPIMPROV KALTIM)


SAMARINDA
- Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas'ud (Harum) menerima kunjungan jajaran Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur di ruang kerja Gubernur Kaltim, Rabu (14/5).

Rombongan audiensi dipimpin Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur dr Nurizky Permanajati, didampingi Sekretaris Perwakilan BKKBN Kaltim Al Khafid Hidayat.

Ketua Tim Kerja Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga Aris Ananta, Subtim Humas Irda Triani Putri, Subtim Bina Ketahanan Remaja Ni Nyoman Laksmi Puspalingga.

Della dan Muhammad Sidik Pamungkas, serta Kabid Pengendalian Penduduk dan KB DP3A Kaltim Syahrul.

Gubernur Harum mengapresiasi kolaborasi dan sinergi yang dibangun Perwakilan BKKBN Kaltim dengan Pemerintah Provinsi Kaltim.

Serta kabupaten dan kota di Benua Etam dalam pengembangan program kependudukan dan pembangunan keluarga.

"Kita harus terus berakselerasi dan bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat Kaltim," kata Gubernur Harum.

Gubernur Harum pun menyebutkan luasan wilayah (geografis) Kaltim yang sama dengan luas Pulau Jawa yang terdapat lima provinsi di dalamnya.

"Kaltim dengan luas 127.000 km2 hanya berpenduduk 4 juta jiwa. Lebih banyak penduduk Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sedangkan Pulau Jawa mencakup 60 persen penduduk Indonesia," sebutnya.

Permasalahan utama Kaltim yang dikenal provinsi kaya sumber daya alam adalah infrastruktur dasar masyarakat yang masih tertinggal, meski pendapatan warganya cukup tinggi.

"Tantangan masalah sosial untuk program kependudukan dan pembangunan keluarga harus menjadi fokus kita, terutama kawasan pinggiran dan pedesaan, walaupun perkotaan juga tetap menjadi perhatian bersama," beber Gubernur Harum.

Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim dr Nurizky Permanajati, menjelaskan, BKKBN kini telah bertransformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).

"Program unggulan Kemendukbangga, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Super Apps Keluarga, dan Lansia Berdaya (Sidaya)," jelasnya.

Selain itu, Kemendukbangga juga fokus pada pencegahan dan percepatan penurunan stunting dengan berbagai program dan upaya yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat dan berbagai pihak terkait.

"Kemendukbangga menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak dini, mulai dari masa pranikah, kehamilan, dan masa pertumbuhan anak," jelasnya.

Mendukung percepatan program Quick Win Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Pemerintah Pusat melalui Kemendukbangga memberikan anggaran DAK sebesar Rp 53,57 miliar untuk kabupaten dan kota se-Kaltim. (yans/sul/ky/adv/sam)

Editor : Nurismi
#bkkbn #kaltim #apresiasi