PULAU DERAWAN – Dua pemancing asal Kampung Tanjung Batu, berhasil selamat dari insiden mengerikan.
Setelah perahu mereka terbalik akibat diterjang gelombang tinggi di perairan Pulau Derawan pada Kamis (24/4) dini hari.
Keduanya korban baru ditemukan oleh nelayan lain pada pagi sekitar pukul 07.00 Wita, dalam kondisi masih bertahan di atas perahu yang terbalik.
Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto, membenarkan kejadian tersebut.
Dua korban yang sebutnya bernama Sarwin (50) dan Mustafa (52).
Keduanya sempat terombang-ambing di lautan selama hampir lima jam, sebelum akhirnya ditemukan.
“Iya benar ada laporan telah ditemukan dua korban yang terhantam gelombang saat melakukan aktifitas memancing,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media via telepon kemarin.
Menurut keterangan korban, insiden bermula pada Rabu siang, sekitar pukul 13.00 Wita.
Saat Sarwin dan Mustafa berangkat melaut menggunakan perahu jenis papet sepanjang 7 meter.
Tujuan mereka adalah untuk memancing di sekitar perairan Pulau Rabu-Rabu, yang dikenal sebagai salah satu titik potensial untuk menangkap ikan.
Setelah tiba di lokasi memancing sekitar pukul 13.35 Wita, cuaca awalnya masih bersahabat.
Namun situasi berubah drastis pada pukul 03.00 dini hari.
Angin kencang tiba-tiba datang, memicu gelombang besar yang mengancam keselamatan mereka.
Dalam upaya menyelamatkan diri, Sarwin mencoba mengarahkan perahu untuk menepi di daratan terdekat.
Sayangnya, karena gelombang yang semakin membesar dan intensitas angin yang tidak bersahabat, mereka tidak sempat mencapai pantai.
Dalam hitungan menit, perahu mereka dihantam gelombang dan akhirnya terbalik.
Kedua nelayan itu pun terpaksa bertahan dengan duduk di atas badan perahu yang terbalik sambil berharap bantuan datang.
“Seorang nelayan yang kebetulan melintas di lokasi tersebut dengan speedboat, melihat keberadaan mereka pada pukul 07.00 Wita," ungkapnya.
"Tanpa berpikir panjang, salah satu saksi segera menghampiri dan memberikan pertolongan pertama. Kedua korban langsung dibawa ke Pulau Derawan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut dan pemulihan kondisinya,” sebut dia.
Kejadian yang sama juga terjadi di Karang Muaras, Kampung Bohesilian, Kecamatan Maratua sekitar pukul 05.00 Wita.
Kapal yang membawa sebanyak 12 pemancing terombang ambing akibat cuaca buruk pada dini hari.
Beruntung semua korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
“Semuanya sudah kita selamatkan dan sudah dipulangkan,” sebutnya.
Dengan adanya peristiwa seperti ini, perwira berpangkat balok tiga itu pun mengimbau para nelayan ataupun pemancing agar lebih waspada.
Terhadap perubahan cuaca ekstrem yang sering terjadi tiba-tiba di wilayah perairan Kabupaten Berau, khususnya di kawasan Pulau Derawan dan sekitarnya.
“Kami bersyukur semuanya dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya memantau kondisi cuaca sebelum melaut, serta perlunya alat keselamatan seperti pelampung dan komunikasi radio,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengatakan, saat pihaknya menerima sudah laporan terkait dua peristiwa tersebut.
Syukurnya semua korban sudah dievakuasi oleh pihak kepolisian dan dibantu masyarakat sekitar.
“Pihak kepolisian yang sudah mengevakuasi korban, kami menerima informasi saja,” sebutnya.
Dirinya hanya mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya nelayan yang ingin melaut untuk bisa melihat perkiraan cuaca terlebih dahulu. Jika cuaca tidak baik maka jangan memaksakan diri untuk melaut.
"Saya juga selalu tegaskan untuk tetap selalu memakai plampung atau life jacket. Itu sangat penting, agar bisa membantu jika terjadi musibah di air,” singkatnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi