Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Harga TBS Sawit di Berau Naik, Kemitraan Petani Jadi Kunci

Beraupost • Rabu, 9 April 2025 | 16:55 WIB

 

ILUSTRASI: Hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari Pemerintah Pusat mengenai penghentian atau penundaan DBH Pekebunan Sawit di Kabupaten Berau. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari Pemerintah Pusat mengenai penghentian atau penundaan DBH Pekebunan Sawit di Kabupaten Berau. (IZZA/BP)


TANJUNG REDEB – Dinas Perkebunan (Disbun) Berau menyambut positif tren kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Disbun Berau, Lita Handini, pun berharap setiap dua pekan penetapan harganya selalu mengalami peningkatan, karena kenaikannya ini cukup terasa.

Ia menyebut, saat ini harga TBS sawit berdasarkan umur tanaman sudah cukup menjanjikan.

Pada periode II bulan Maret 2025, untuk sawit berumur 10 tahun, harganya telah mencapai Rp 3.324,57 per kilogram.

Sementara untuk umur 9 tahun sebesar Rp 3.285,97 per kilogram, dan yang terendah berada di angka Rp 2.927,91 per kilogram untuk tanaman sawit umur 3 tahun.

“Selisih harga antara satu periode ke periode berikutnya, meski hanya Rp 50 hingga Rp 100, itu sudah sangat bagus. Apalagi saat ini pasar juga sedang mendukung. Kalau pasarnya bagus, tentu harga yang diterima petani juga diharapkan bagus,” ungkapnya.

Namun demikian, Lita menegaskan bahwa penetapan harga TBS oleh pemerintah hanya berlaku bagi petani yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan.

Sementara petani non-kemitraan masih mengacu pada harga yang ditetapkan masing-masing perusahaan di wilayah mereka.

“Kami selalu mengimbau kepada perusahaan agar memberikan harga yang tidak jauh berbeda dari harga pemerintah, agar petani tetap bisa menikmati keuntungan. Sekarang saja, harga Rp 2.000 per kilogram pun sudah membuat petani senang, apalagi kalau bisa lebih dari itu,” katanya.

Ia mengapresiasi beberapa perusahaan yang meski tidak sepenuhnya mengikuti harga penetapan pemerintah, namun telah memberikan harga yang cukup baik, dengan selisih yang tidak terlalu jauh seperti Rp 200 hingga Rp 300 per kilogram.

Di sisi lain, Lita juga mengingatkan para petani untuk tidak hanya bergantung pada harga pasar, melainkan tetap menjaga kualitas tanaman sawit mereka melalui pemeliharaan yang baik, terutama dalam hal pemupukan.

“Kalau sawit tidak dipupuk, buahnya kecil-kecil. Tanaman ini boros pupuk, jadi perawatan yang baik sangat penting. Petani juga harus menyisihkan sebagian pendapatannya untuk pemupukan agar hasil panennya maksimal,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran koperasi dalam menjaga stabilitas harga dan menjembatani kemitraan antara petani dan perusahaan.

Menurutnya, koperasi yang aktif dan menjalin kerja sama sesuai aturan pemerintah dapat membantu petani memperoleh harga yang lebih baik.

Meski begitu, Lita mengakui bahwa masih ada sejumlah kendala di lapangan, termasuk adanya keluhan petani mengenai perbedaan harga antar pabrik.

Ia pun menegaskan bahwa Disbun terus melakukan pembinaan terhadap perusahaan-perusahaan sawit, agar bisa memberikan harga yang lebih kompetitif.

Sementara Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, turut mengapresiasi tren kenaikan harga TBS yang dirasakan petani. Namun, ia juga mendorong agar pemerintah daerah lebih aktif memfasilitasi percepatan kemitraan antara petani dan perusahaan.

“Ini momentum baik. Tapi jangan sampai petani yang belum bermitra tertinggal. Pemerintah harus hadir untuk memastikan ada keadilan harga dan memperluas jangkauan kemitraan. Dengan begitu, petani kecil pun bisa menikmati harga yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada petani terkait kualitas TBS yang sangat memengaruhi harga jual.

“Kita juga ingin petani melek kualitas. Kalau TBS yang masuk ke pabrik bagus, otomatis akan dihargai lebih tinggi. Tapi ini butuh pendampingan, termasuk dari OPD teknis dan perusahaan,” tambahnya. (*/aja/sam)

Editor : Nurismi
#tandan buah segar kelapa sawit #kenaikan harga #perkebunan sawit