TANJUNG REDEB – Jalan Mangga III menjadi salah satu jalan di perkotaan yang kini rusak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pun merencanakan perbaikannya di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun ini.
Diaku Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Junaidi, pihaknya telah menerima laporan terkait kerusakan di Jalan Mangga III. Ia menyebut perbaikan sementara telah dilakukan sebelumnya melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) DPUPR.
“Memang sudah kami instruksikan anggota untuk melakukan penanganan sementara, sekitar 11 Maret lalu sudah ditutup pakai aspal butas,” terang Junaidi kemarin (8/4).
Dijelaskannya, penanganan melalui TRC sifatnya hanya untuk mencegah kerusakan semakin parah. Idealnya kata dia, penanganan dilakukan secara permanen melalui program overlay, yang saat ini akan diusulkan pada APBD Perubahan 2025.
“Kalau perbaikan permanen kami masukkan ke usulan APBD Perubahan. Penanganan TRC itu hanya tambal sulam supaya tidak membahayakan dulu,” tambahnya.
Junaidi juga menegaskan bahwa perbaikan tidak hanya akan difokuskan pada titik yang rusak saat ini, tetapi akan mencakup seluruh ruas Jalan Mangga III. Namun, pihaknya masih mempertimbangkan kondisi cuaca dan faktor air pasang yang bisa menghambat pekerjaan.
“Nanti akan kami evaluasi lagi. Kalau memungkinkan dan material masih cukup, kita akan lakukan perbaikan ulang dalam waktu dekat,” pungkasnya.
Adapun salah seorang warga setempat, Arif Lukman Hakim, mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang berlubang di kawasan tersebut kerap membuat pengendara berselisih arah, terutama di jam-jam sibuk. Hal ini menurutnya cukup meresahkan dan rawan menimbulkan kecelakaan.
“Kalau dua kendaraan berpapasan, salah satunya pasti harus menghindar karena bagian jalan yang rusak itu. Sudah beberapa kali saya sampaikan ke pihak terkait, kami harap ada perbaikan permanen secepatnya,” ujarnya.
Arif berharap pemerintah daerah bisa segera menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan tindakan nyata, bukan hanya penanganan sementara. (sen/sam)
Editor : Nurismi