TANJUNG REDEB – Kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Timur benar-benar dimanfaatkan sejumlah pihak menyampaikan permasalahan daerah kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Mulai dari infrastruktur jalan hingga tapal batas dengan Kabupaten Kutai Timur yang hingga kini belum juga tuntas.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang turut mendampingi wagub saat andiensi dengan masyarakat pasca-salat subuh di Masjid Agung Baitul Hikmah, kemarin (19/3).
Turut menyampaikan harapannya agar penyelesaian persoalan di Bumi Batiwakkal menjadi prioritas pemerintah provinsi.
“Kami sampaikan, di Tabalar sekitar Km 7 masih ada sedikit pekerjaan yang tersisa, semoga bisa segera dituntaskan,” ujar Gamalis.
Selain itu, ia juga menyoroti alokasi Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemprov Kaltim yang diharapkan dapat diberikan secara lebih merata ke seluruh daerah.
Tak hanya soal infrastruktur, Gamalis juga meminta perhatian pemerintah provinsi terkait permasalahan tapal batas Berau dengan Kutai Timur yang belum terselesaikan sejak beberapa tahun lalu.
“Harapan kami, masalah tapal batas ini bisa segera mendapat perhatian dan penyelesaian,” tegasnya.
Merespons hal tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa Pemprov Kaltim akan segera mendiskusikan berbagai kebutuhan prioritas untuk Kabupaten Berau.
“Kita akan diskusikan dengan kepala daerah mengenai prioritas pembangunan di Berau. Rencananya, pada April-Mei nanti kita akan komunikasikan lebih lanjut,” kata Seno Aji.
Terkait infrastruktur jalan, Pemprov Kaltim akan melakukan pemetaan kondisi jalan-jalan di Kaltim, baik dengan status jalan nasional ataupun provinsi yang membutuhkan perbaikan.
Prioritas pemprov ditegaskannya, adalah perbaikan infrastruktur jalan provinsi.
"Malam ini saya bertolak ke Sangatta, sekaligus meninjau beberapa titik jalan antarkabupaten,” ujarnya.
Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus adalah ruas jalan di Kecamatan Kelay yang disebut mengalami kerusakan cukup parah.
“Kami sudah mendengar laporan bahwa jalan di Kelay dalam kondisi kurang baik. Ini akan segera kami tindak lanjuti, dan kami akan memetakan titik-titik yang membutuhkan perbaikan bersama Kadis PUPR,” jelasnya.
"Jika saat ini waktu tempuh mencapai 12 jam, ke depan kita upayakan jalan menjadi lebih baik sehingga jarak tempuh bisa lebih cepat jadi 8-9 jam," sambungnya.
Mengenai tapal batas antara Berau dan Kutai Timur, Seno Aji menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan.
“Masalah tapal batas yang tadi disampaikan oleh Pak Wabup dan anggota DPRD akan kita cek kembali. Jika memang sudah ada perkembangan, kita akan lanjutkan prosesnya,” pungkasnya.
Komunikasi yang baik antara Pemkab Berau dan Pemprov Kaltim, diharapkan berbagai permasalahan yang ada dapat segera ditindaklanjuti, sehingga pembangunan di Berau dapat berjalan lebih optimal. (sen/sam)
Editor : Nurismi