Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Minyakita di Berau: Harga Melambung Tinggi, Pedagang Angkat Tangan!

Beraupost • Rabu, 19 Maret 2025 | 09:50 WIB


TIDAK DIJUAL: Produk minyak goreng Minyakita di Berau tidak lagi diperjualbelikan oleh para pedagang di Pasar SAD. (IZZA/BP)
TIDAK DIJUAL: Produk minyak goreng Minyakita di Berau tidak lagi diperjualbelikan oleh para pedagang di Pasar SAD. (IZZA/BP)

TANJUNG REDEB – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau belum menerima instruksi resmi untuk menarik Minyakita dari pasaran.

Namun, hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan bersama dengan Satreskrim Polres Berau, menemukan bahwa harga jual minyak goreng bersubsidi ini jauh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada surat resmi terkait penarikan Minyakita.

Namun pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap distribusi dan penjualan minyak goreng tersebut.

"Dalam sidak yang dilakukan, takaran Minyakita tetap sesuai dengan yang tertera di kemasan," ucapnya kepada Berau Post, Senin (17/3).

Hanya saja yang menjadi kendala di Berau adalah harga jual yang jauh di atas HET.

Seharusnya Minyakita dijual dengan harga Rp 15.400 per liter, tetapi ada pedagang yang menjualnya di atas Rp 18.000 per liter.

Bebernya, tingginya harga Minyakita di Berau disebabkan oleh rantai distribusi yang panjang dari distributor hingga pengecer.

Kondisi ini menyebabkan harga jual di pasaran menjadi lebih tinggi, dibandingkan dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, jika pemerintah pusat menginstruksikan penarikan Minyakita dari peredaran, Diskoperindag Berau akan segera menindaklanjuti kebijakan tersebut dengan melakukan sidak dan memastikan kepatuhan para pedagang.

Meski demikian, Eva menilai keberadaan Minyakita di pasaran tidak terlalu berpengaruh terhadap ketersediaan minyak goreng di Berau.

Pasalnya, harga jualnya yang melebihi HET membuat masyarakat lebih memilih merek minyak goreng lain yang lebih kompetitif.

"Saya rasa, jika Minyakita ditarik dari pasaran pun tidak akan menjadi masalah bagi masyarakat. Bahkan setelah sidak kemarin, beberapa pedagang memutuskan untuk berhenti menjualnya," tambahnya.

Sejumlah pedagang di Berau mengaku bahkan telah berhenti menjual Minyakita setelah adanya sidak dan isu penarikan produk tersebut dari pasaran.

Salah seorang pedagang di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Sunar, mengungkapkan, dirinya tidak lagi mendatangkan Minyakita karena persoalan harga dan distribusi yang tidak jelas.

"Saya sudah tidak mau datangkan lagi. Kemarin sempat disidak, katanya lagi bermasalah, jadi saya tidak mau jual lagi," ujarnya.

Sunar juga mengakui bahwa harga jual Minyakita yang ia tawarkan memang tidak sesuai dengan HET.

Hal ini dikarenakan dirinya membeli stok langsung dari distributor yang mendatangkan barang dari luar daerah, sehingga harga jual ke konsumen menjadi lebih tinggi. (*/aja/sam)

Editor : Nurismi
#Pasar Sanggam Adji Dilayas Berau #MinyaKita #minyak goreng