Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Berau Post Goes to Beijing dan Chongqing (5-Habis) : Kota dengan Banyak Jalan Layang dan Jembatan

Beraupost • Selasa, 25 Februari 2025 | 11:06 WIB
SPOT FOTO: Rombongan KPG Gathering 2025 berpose dengan background Libiza Station di Chongqing, Tiongkok. (BERAU POST)
SPOT FOTO: Rombongan KPG Gathering 2025 berpose dengan background Libiza Station di Chongqing, Tiongkok. (BERAU POST)

Kota Chongqing, Tiongkok, lagi viral di media sosial, karena tata kotanya yang unik. Kota dengan ratusan jembatan. Hingga monorail yang “menembus” gedung bertingkat.

Firman Wahyudi, Chongqing

Setelah menumpuh perjalanan udara selama tiga jam dari Beijing. Rombongan Kaltim Post Group Gathering 2025 tiba di Bandara Chongqing. Saat itu pukul 11.00 AM, Jumat (14/2).

Cuaca di Chongqing lebih bersahabat ketimbang di Beijing. Berkisar 8-10 derajat Celcius.

Di bandara, rombongan langsung menaiki bus untuk menyantap makan siang. Sebelum berkeliling ke sejumlah objek wisata. Rombongan berada dua hari dua malam di Chongqing.

Kota Chongqing adalah salah satu dari empat kota setingkat provinsi di Tiongkok, bersama dengan Beijing, Shanghai, dan Tianjin. Kota ini terletak di barat daya Tiongkok dan terkenal sebagai pusat ekonomi, industri, dan transportasi utama di kawasan tersebut.

Jumlah penduduknya mencapai 30 juta jiwa — menjadikannya salah satu kota terbesar di dunia dalam hal jumlah penduduk.

Dikelilingi oleh pegunungan dan terletak di pertemuan Sungai Yangtze dan Sungai Jialing.

Kota Chongqing merupakan pusat manufaktur dan teknologi dengan industri otomotif, elektronik, dan kimia yang berkembang pesat.

Saat ini, kota ini berkembang pesat dengan infrastruktur modern, termasuk jaringan kereta bawah tanah yang luas dan banyak jembatan yang melintasi sungai.

Meski dikelilingi lembah dan bukit, berbeda dengan kebanyakan infrastruktur di Indonesia — yang memotong pinggiran lembah dan bukit untuk membuat jalan yang berkelok-kelok — di Chongqing, banyak membuat terowongan dan jalan layang.

Landmark yang wajib dikunjungi saat ke Kota Chongqing adalah Libiza Station. Wisatawan bisa melihat “keajaiban” infrastruktur di Tiongkok.

Kereta melintasi lantai 6 hingga 8 dari sebuah gedung apartemen setinggi 19 lantai. Desain ini dibuat untuk menghindari pembongkaran bangunan di area padat penduduk.

Suara kereta sudah diredam dengan teknologi khusus, sehingga penghuni apartemen tidak terganggu.

Kota ini juga memiliki landmark berupa Chongqing Chaotianmen. Kompleks bangunan di antara Sungai Yangtze dan Jialing.

Bangunan ini berupa enam menara yang dihubungkan oleh platform di tengahnya sebagai tempat observasi pemandangan.

Sebagai tempat belajar oleh-oleh, rombongan diajak ke Ciqikou. Destinasi ini adalah kota tua bersejarah di Chongqing yang terkenal dengan arsitektur klasik, makanan khas, dan suasana tradisional Tiongkok.

Tempat ini merupakan destinasi populer bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer Chongqing di masa lalu. Banyak toko yang menjual barang antik, teh khas Chongqing, lukisan tradisional, hingga baju bergaya Tiongkok klasik.

Di akhir tur, rombongan diajak ke Jiefangbei Guotai Plaza. Kompleks pusat perbelanjaan terbesar di Chongqing. (*/sam)

Editor : Nurismi
#traveling #Berau Post Goes to Beijing #Chongqing