Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Bidukbiduk, Kabupaten Berau, Selasa (18/2), menyoroti berbagai isu strategis, termasuk pemerataan jaringan internet dan infrastruktur pendukung pariwisata.
ANGGORO FADJAR SUSENO, Bidukbiduk
Bupati Berau, Sri Juniarsih, dalam sambutannya menekankan pentingnya akses internet yang memadai, terutama untuk mendukung pariwisata dan perkembangan ekonomi digital di wilayah pesisir.
“Untuk membangun tower itu cukup lama, nanti saya akan langsung bersurat ke provider sehingga kita (Berau, red) bisa menjadi prioritas. Ketika masih membutuhkan waktu, coba gunakan starlink,” ujar Sri Juniarsih.
Ia menegaskan bahwa di era digital saat ini, keterbatasan jaringan internet menjadi hambatan serius dalam penyebaran informasi serta promosi sektor pariwisata.
“Kita tidak mungkin tertinggal di era digital. Update informasi harus lebih cepat. Apalagi daerah wisata, tidak lucu kalau tidak dengan jaringan internet yang representatif,” tambahnya.
Selain internet, infrastruktur lain seperti jaringan air dan aksesibilitas ke destinasi wisata juga menjadi perhatian utama. Ia menegaskan bahwa pemerintah bekerja dalam tim untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat.
Adapun anggota DPRD Berau dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3, Sutami, masih menyoroti persoalan infrastruktur di salah satu kecamatan paling ujung di Berau itu. Ia pun memastikan pihaknya siap memperjuangkan berbagai usulan yang bisa difasilitasi melalui legislatif.
“Nanti kami bantu perjuangkan usulan yang bisa dibantu oleh para dewan. Untuk yang besar-besar, nanti akan kita dorong agar bisa direalisasikan pemerintah,” kata Sutami.
Selain itu, ia juga turut menyoroti pembukaan jalur dua Bidukbiduk, untuk mencegah abrasi pantai dan mendukung perkembangan pemukiman ke arah darat.
Dia menegaskan mendukung rencana itu, sehingga perkembangan pemukiman bisa ke darat.
"Dengan begitu, kita bisa lakukan penanganan abrasi pantai yang lebih efektif,” ujarnya.
Dalam konteks pengembangan pariwisata, Sutami menekankan bahwa kebutuhan utama bukan sekadar hadirnya WiFi gratis, tetapi jaringan internet yang stabil agar wisatawan tetap nyaman selama berkunjung.
“Wisatawan ingin selfie, mereka kan punya paket data. Jangan sampai wisatawan yang datang dibuat jera,” katanya.
Sutami juga mengkritisi aksesibilitas menuju Bidukbiduk yang masih menjadi kendala bagi wisatawan. Dia masih menilai jalan dari Tanjung Redeb masih harus diperjuangkan agar bisa semakin nyaman dilalui.
"Ke sini (Bidukbiduk, red) saja sudah setengah mampus, masa kita biarkan wisatawan sampai kelelahan karena jalan yang buruk? Kita harus sepakat untuk mendesak provinsi agar infrastruktur ini diperhatikan,” tegasnya. (sam)
Editor : Nurismi