TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini mendorong para petani kelapa sawit di Kabupaten Berau untuk menggunakan bibit unggul dalam rangka Peremajaan Perkebunan Rakyat (PPR), sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan.
Dijelaskan Lita, langkah peremajaan ini diambil sebagai solusi atas permasalahan tanaman kelapa sawit yang sudah tua dan kurang produktif, yang nantinya bisa berdampak pada penurunan pendapatan petani.
Program PSR yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ini menawarkan kesempatan bagi kelompok tani sawit mandiri untuk mengganti tanaman yang sudah tidak produktif dengan bibit unggul. Tentunya dengan beberapa persyaratan tertentu.
"Lewat peremajaan ini, kami berharap petani dapat mendapatkan hasil panen yang lebih maksimal dengan tanaman yang lebih produktif dan berkualitas," harapnya.
Selain bantuan bibit, Disbun juga memberikan pendampingan teknis bagi petani, agar mereka dapat menerapkan metode budidaya yang lebih modern dan efisien.
Dengan pelatihan yang diberikan, petani diharapkan dapat memahami dan mengimplementasikan teknik penanaman yang benar, pemupukan yang sesuai, serta pengendalian hama yang lebih efektif. Tujuannya menghasilkan buah kelapa sawit dengan kualitas yang lebih baik.
"Kami tidak hanya memberikan bibit unggul, tetapi juga membantu petani dengan pelatihan tentang teknik penanaman, pemupukan, dan pengendalian hama untuk memastikan hasilnya lebih optimal," tambahnya.
Program ini, lanjut Lita, tidak hanya berfokus pada kelapa sawit, tetapi juga pada komoditas unggulan lain di Berau, seperti kelapa dalam, kakao, lada, karet, dan kopi. Pihaknya siap mendukung program intensifikasi, ekstensifikasi, dan pembinaan petani bagi kelompok tani yang memenuhi syarat.
Namun, diakuinya ada beberapa kendala yang dihadapi di lapangan, seperti proses administrasi yang cukup panjang untuk mendapatkan bantuan peremajaan serta keterbatasan akses terhadap permodalan.
Meskipun demikian, ia memastikan bahwa Disbun Berau akan terus melakukan evaluasi untuk mempercepat proses dan memastikan program ini berjalan lebih efisien dan tepat sasaran. Pun diharapkan dapat menciptakan perkebunan rakyat yang lebih produktif dan berkelanjutan.
"Harapannya, dengan peremajaan dan penggunaan bibit unggul, produktivitas perkebunan akan meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik," tandasnya. (*/aja/hmd)
Editor : Nurismi