TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau akan membangun dua unit jembatan di Kecamatan Bidukbiduk tahun ini.
Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas wilayah pesisir serta mendukung mobilitas masyarakat, khususnya yang bergerak dalam sektor ekonomi dan usaha.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Benny Sepriady Panjaitan, mengungkapkan, dua jembatan tersebut akan dibangun di Kampung Teluk Sumbang dengan tipe rangka baja dan girder.
“Untuk meningkatkan konektivitas wilayah pesisir, tahun ini akan dibangun dua unit jembatan permanen di Kampung Teluk Sumbang,” ujar Benny, Rabu (29/1).
Dijelaskannya, masing-masing jembatan akan memiliki pagu anggaran sebesar Rp 24 miliar dan Rp 15 miliar. Adapun panjang jembatan pertama mencapai 55 meter, sedangkan jembatan kedua memiliki panjang 30 meter.
“Jembatan ini sangat penting untuk mendukung kegiatan masyarakat, baik dalam usaha maupun mobilisasi sehari-hari. Banyak warga yang mencari penghasilan hingga ke Sandaran, Kutai Timur, sehingga akses yang lebih baik akan sangat membantu,” tambahnya.
Saat ini, masyarakat di Bidukbiduk masih menghadapi kendala dalam transportasi, terutama saat musim hujan.
Dengan adanya jembatan baru ini, diharapkan arus lalu lintas menjadi lebih lancar dan aman bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar perbatasan Berau dan Kutai Timur.
Menurut Benny, pembangunan infrastruktur ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam mobilitas mereka, baik untuk bekerja, berdagang, maupun akses ke fasilitas penting lainnya,” jelasnya.
Dia berjanji akan mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Kami akan terus memantau proses pembangunan agar berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan,” tegasnya.
Benny berharap, setelah pembangunan jembatan selesai, masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Jadi ini merupakan aset bersama yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan jangka panjang,” terangnya.
Dengan pembangunan dua jembatan ini, konektivitas antara Kecamatan Bidukbiduk dan Sandaran, Kutai Timur, diharapkan semakin terbuka, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam beraktivitas.
“Kita berusaha agar pembangunan bisa benar-benar bisa bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.
Terpisah, Camat Bidukbiduk, Hasmawi, menyambut baik rencana pembangunan itu, mengingat jembatan itu ditekankannya memang cukup dibutuhkan masyarakat.
“Memang sebagian masyarakat ada yang berkebun dan bertani di sana, di sana juga ada beberapa keluarga yang bermukim,” paparnya.
Dirinya berharap pembangunan bisa berjalan lancar dan jembatan dapat segera terealisasi untuk dipergunakan oleh masyarakat.
“Semoga segera terwujud, sehingga masyarakat yang mau beraktifitas, bisa memanfaatkannya segera,” pungkasnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi