Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Destinasi Wisata Baru di Berau, Ekowisata Rotan Long Beliu: Wisata Alam dan Budaya dalam Satu Paket

Beraupost • Jumat, 17 Januari 2025 | 12:00 WIB
PELUNCURAN: Kampung Long Sului resmi meluncurkan Ekowisata Kampung Rotan Long Sului karena memiliki potensi rotan yang luar biasa dan kegiatan mengayam menjadi warisan leluhur mereka. (IZZA/BP)
PELUNCURAN: Kampung Long Sului resmi meluncurkan Ekowisata Kampung Rotan Long Sului karena memiliki potensi rotan yang luar biasa dan kegiatan mengayam menjadi warisan leluhur mereka. (IZZA/BP)

KELAY - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau luncurkan Ekowisata Kampung Rotan Long Beliu, kemarin (16/1). Ini dibentuk untuk memanfaatkan potensi rotan yang membentang di 4.633 meter persegi di Kampung Long Beliu.

Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Pilar Indonesia kata Asisten I Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau, Hendratno, menjadi pilar projek ini.

"Mari kita jadikan rotan ini sebagai produk unggulan daerah. Karena urgensinya sudah nyata, masyarakat Long Beliu pun sudah lama hidup bersama rotan, bahkan kerajinan ini sudah dilakukan secara turun-temurun," ujarnya, kemarin (16/1).

Secara khusus, dirinya meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membantu Long Beliu, menjadikan rotan sebagai produk unggulan daerah. Jangan sampai produk rotan yang dihasilkan nantihanya dikenal oleh orang Berau saja, tapi juga bisa dikenal secara luas.

"Bersyukur Long Beliu sudah berstatus maju, tapi saya harap kontribusi terbaik dari kita semua untuk perkembangan Long Beliu. Sehingga nantinya mampu menjadi mandiri," pesannya.

Dirinya juga mengapresiasi Pemerintah Kampung Long Beliu yang telah mengalokasikan dana karbon dan dana kampung lainnya untuk mengembangkan potensi rotan. Produk rotan ini diyakini mampu menjadi pendukung paket ekowisata yang telah disiapkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

"Usai berwisata, wisatawan bisa membawa oleh-oleh rotan khas Long Beliu," ucapnya.

Adapun Kepala Kampung Long Beliu, John Patrik Ajang, mengatakan, peluncuran Ekowisata Kampung Rotan Long Beliu ini merupakan tindaklanjut dan komitmen dari masyarakat Long Beliu dalam mendukung pelestarian hutan, pelestarian budaya, dan optimalisasi dana karbon. Di mana sumber dana untuk pengembangan rotan berasal dari dana karbon yang diterima pada tahun 2024.

"Alokasi kegiatan dana karbon digunakan untuk pelatihan anyaman rotan, dan memperkuat keperantaraan pasar. Agar mampu memiliki pasar tetap," sebutnya.

Bebernya, produk rotan ini adalah hasil pelatihan yang dilaksanakan di kampung bersama tim pengayam, yang difasilitasi oleh YKAN dan Pilar Indonesia.

"Untuk memaksimalkan dana karbon dan dana kampung lainnya, kami alokasikan untuk mendukung program pembangunan berbasis lokal dan mendukung pelestarian hutan," paparnya.

Kampung Long Beliu memiliki potensi rotan yang cukup besar, baik yang berada di sekitar hutan kampung maupun di hutan desa dengan luasan 4.633 meter. Di mana telah ditetapkan melalui SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6259 Tahun 2024.

Rotan sebagai hasil hutan bukan kayu yang ada di Long Beliu. Ekowisata kampung rotan ini dikerjakan sebagai strategi prioritas dalam menjaga hutan tetap lestari dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui potensi lokal yang dimiliki.

"Kegiatan ini wujud permohonan bantuan kami, baik kepada pemerintah daerah, swasta, dan lembaga lain untuk terus mendukung dan membantu kami ke depannya. Tanpa kerja sama stakeholder, tentunya akan sulit mengembangkan rotan dan ekowisata di Long Beliu," ujarnya.

Disebutnya, Long Beliu memiliki 40 penganyam dan kegiatan mengayam ini menjadi warisan budaya leluhur masyarakat Long Beliu. Diharapkan produk rotan bisa menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat, dalam mendukung kekayaan alam yang dibungkus dalam ekowisata yang digarap oleh pokdarwis.

"Mimpi kami dengan pengembangan ekowisata ini, kami butuh dukungan infrastruktur, baik untuk ekowisata maupun pengembangan rotannya," ungkapnya. (*/aja/sam)

Editor : Nurismi
#Ekowisata Kampung Rotan Long Beliu #berau