Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Krisis Guru di Berau: Antara Pengabdian dan Birokrasi

Beraupost • Rabu, 8 Januari 2025 | 10:00 WIB
Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah
Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah

TANJUNG REDEB –  Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Mardiatul Idalisah, mengakui penataan tenaga non-ASN di sektor pendidikan menimbulkan beragam respons di kalangan tenaga pendidik.

Di antara beberapa guru menyarankan solusi pembayaran secara mandiri seperti menggunakan pendapatan dari kantin sekolah, ada pula yang ingin membayar menggunakan insentif pribadi, bahkan ada yang bersedia mengajar tanpa dibayar sama sekali.

Namun Mardiatul dengan tegas menyatakan bahwa solusi tersebut tidak dapat diterima. Menurutnya, meskipun banyak yang ingin berkorban demi pendidikan, penerapan cara yang tidak merata seperti ini dapat menimbulkan ketidakadilan.

"Semua orang memang ingin berkorban demi pendidikan, tetapi jika caranya tidak semua sama atau tidak merata. Itu tidak saya perbolehkan," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa membayar tenaga pendidik dengan insentif pribadi atau mengizinkan guru mengajar tanpa bayaran tidak bisa dilaksanakan, karena tidak semua orang mau melakukan hal itu.

Dirinya menyampaikan keprihatinannya terkait kekurangan tenaga pengajar di beberapa sekolah di kampung-kampung. Seperti di Kampung Biatan Ilir, sekolah filial di sana diisi oleh PTT semua dengan masa kerja kurang dari dua tahun. Kondisi ini menyebabkan para peserta didik terancam kehilangan akses pendidikan yang layak.

"Saya sudah melihat video dan foto anak-anak di sana, dan itu sangat mengharukan. Mereka terpaksa tidak bisa sekolah karena kekurangan tenaga pengajar. Saya tidak sanggup melihatnya," ungkapnya.

Kendati begitu ditegaskannya, pihaknya akan terus memperjuangkan agar tenaga pengajar yang sangat dibutuhkan, termasuk tenaga administrasi dan tenaga pendukung lainnya bisa kembali ke sekolah-sekolah tersebut. Ia berharap agar kondisi ini dapat segera diatasi, demi kelangsungan pendidikan dan kepentingan para peserta didik.

"Yang jelas kami akan terus berjuang agar tenaga pengajar dan tenaga administrasi yang sudah terbukti dibutuhkan di sekolah-sekolah tersebut bisa kembali bekerja," terangnya.

"Ini bukan hanya soal guru, tetapi juga soal tenaga administrasi, penjaga keamanan, pustakawan, dan semua orang yang berperan dalam mendukung pendidikan," tambahnya.

Dirinya juga mengungkapkan rencananya untuk bertemu dengan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) atau Bupati Berau, guna melaporkan kondisi yang terjadi di lapangan. Ia berharap agar langkah-langkah yang telah dipersiapkan dapat segera disetujui demi keberlangsungan pendidikan yang lebih baik di Berau, serta untuk kebaikan dan masa depan para peserta didik. (*/aja/smi)

 

Editor : Nurismi
#Guru honorer Berau #Guru honorer dirumahkan