Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Yay! Inflasi Berau Berhasil Turun, Ini Strateginya

Beraupost • Jumat, 3 Januari 2025 | 12:30 WIB

 

TURUN: Meskipun secara tahun ke tahun inflasi Berau tertinggi se-Kaltim, namun secara bulan ke bulan inflasi Berau yang terendah. (IZZA/BP)
TURUN: Meskipun secara tahun ke tahun inflasi Berau tertinggi se-Kaltim, namun secara bulan ke bulan inflasi Berau yang terendah. (IZZA/BP)

TANJUNG REDEB - Inflasi Kabupaten Berau turun pada Desember 2024. Dari 3,14 persen, menjadi 2,69 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,26. Secara bulan ke bulan, penyumbang inflasi Desember 2024 berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,21 persen, berupa bayam.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, Supriyanto, menerangkan, IHK merupakan salah satu data strategis BPS yang diperlukan sebagai dasar penentuan kebijakan pemerintah terkait pola konsumsi masyarakat.

Perkembangan teknologi informasi, perubahan pendapatan masyarakat, perubahan pola penawaran dan permintaan barang atau jasa perkembangan jenis dan kualitas barang atau jasa serta perubahan selera dan perilaku masyarakat dapat mengubah pola konsumsi masyarakat.

"Salah satu perubahan dasar IHK adalah survei biaya hidup (SBH). Perubahan dasar dalam perhitungan IHK di antaranya cakupan wilayah, metodologi perhitungan IHK dan diagram timbang dapat kondisi yang up to date," terangnya kepada Berau Post, Kamis (2/1).

Pada IHK 2022, BPS Berau kembali menyempurnakan perhitungan IHK dengan mengakomodasi bobot jenis pasar dengan perhitungan rata-rata per hari di setiap komoditas.

"Selain itu, jika sebelumnya diseminasi IHK hanya dilakukan di level nasional dan kabupaten/kota. IHK dengan tahun dasar 2022 akan diseminasikan juga di level provinsi, yaitu di 38 provinsi," jelasnya.

Kondisi perkembangan IHK Desember 2024, Provinsi Kaltim tercatat dari tahun ke tahun sebesar 1,47 persen. Untuk Berau dari bulan ke bulan tercatat 0,17 persen. Sementara tercatat inflasi tahun ke tahun 2,69 persen dan inflasi tahun kalender tercatat 2,69 persen.

Lanjutnya, jika dicermati perkembangan inflasi dari bulan ke bulan, terjadi penurunan indeks harga selama tiga bulan pertama pada tahun 2024. Kemudian mengalami peningkatan pada April yang bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri. Selanjutnya mengalami penurunan Mei-Juli yang menjadi tingkat deflasi terdalam sebesar 0,71 persen.

"Sementara pada Agustus terus mengalami kenaikan hingga Desember yang tercatat inflasi 0,17 persen," tambahnya.

Jika dirinci terhadap kelompok pengeluaran, secara bulan ke bulan terdapat empat kelompok komoditas yang menjadi penyumbang inflasi pada Desember 2024. Di antaranya kelompok makanan minuman dan tembakau inflasi 0,73 persen dengan andil 0,21 persen.

Lalu kelompok perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rumah tangga memberikan inflasi 0,18 persen dengan andil 0,01 persen.

Pada kelompok penyediaan makanan dan minuma atau restoran mengalami inflasi 0,09 persen dengan andil 0,1 persen. Terakhir, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 0,52 persen dengan andil 0,04 persen.

Adapun komoditas yang menjadi pendorong inflasi terbesar pada Desember adalah bayam, kangkung, terong, tomat, bawang merah, sawi hijau, cabai rawit, udang basah, telur ayam ras dan tempe.
Sedangkan komoditas penahan inflasi adalah angkutan udara, daging ayam ras, ikan bandeng, ikan layang, pisang, jagung manis, timun, ikan kembung, ikan tongkol dan buncis.

Jika dilihat dari tahun ke tahun, inflasi tahunan di Berau adalah 2,69 persen. Di mana terdapat peningkatan indeks harga dibandingkan dengan Desember 2023. Jika dirinci, menurut kelompok pengeluaran terdapat tiga kelompok komoditas yang menyumbang inflasi Desember 2024.

Di antaranya, kelompok makanan minuman dan tembakau mengalami inflasi 4,99 persen dengan andil 2,69 persen berupa ikan layang, kopi bubuk, beras, dan sebagainya. Kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 23,99 persen dengan andil 0,60 persen, berupa tarif rumah sakit. Dan perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 3,63 persen dengan andil 0,25 persen berupa emas perhiasan.

Komoditas penyumbang inflasi terbesar pada Desember 2024 secara tahun ke tahun adalah tarif rumah sakit, ikan layang, kopi bubuk, beras, udang basah, emas perhiasan, bayam, kangkung, bawang merah dan sigaret kretek mesin (SKM).

"Ada juga komoditas yang menjadi penahan inflasi tahun ke tahun pada Desember adalah angkutan udara, cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, pisang, bensin, ikan bandeng, telepon seluler, jagung manis dan air kemasan," sebutnya.

Sementara inflasi antarwilayah pada Desember 2024 tingkat inflasi tahun ke tahun tertinggi terjadi di Kabupaten Berau sebesar 2,69 persen, dan terendah terjadi di Kota Balikpapan sebesar 1,11 persen.
Namun secara bulan ke bulan, tertinggi terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 0,78 persen dan terendah di Kabupaten Berau sebesar 0,17 persen.

"Meskipun secara tahun per tahun inflasi di Berau tetap tertinggi se-Kaltim, namun Berau menjadi kabupaten yang berhasil menurunkan inflasi dari bulan November," urainya.

Sementara Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, optimistis secara perlahan inflasi yang terjadi dapat ditekan dan tingkat perekonomian masyarakat di Kabupaten Berau akan semakin baik. Menurutnya, salah satu indikator daerah berkembang adalah ekonomi yang semakin baik. Sayangnya ada sisi negatif yakni inflasi yang cukup menjadi ancaman.

"Untuk jangka panjang, kita sudah membuat kios penyeimbang di pasar dan membuat program ketahanan pangan. Langkah itu dinilai lebih konkret, walaupun Berau dari ketersediaan pangan semua mendatangkan dari luar," sebutnya.

Dirinya mengapresiasi kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang berhasil menurunkan inflasi daerah, khususnya sejak November hingga Desember ini. Meskipun ketersediaan pangan di Kabupaten Berau masih sangat bergantung dengan daerah lain.

"Kita belum mandiri secara pangan untuk memenuhi semua kebutuhan di Berau," tutupnya. (*/aja/sam)

Editor : Nurismi
#inflasi Berau