TANJUNG REDEB - Direktur Perumahan Umum dan Komersial pada Direktorat Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fitrah Nur menilai saat ini Generasi Z dan Generasi Milenial tidak menjadikan kepemilikan rumah sebagai prioritas utama.
Menurutnya, kecenderungan ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih cenderung menetap dan memiliki rumah sebagai salah satu tujuan hidup.
Fenomena itu disebut Fitrah, terjadi karena pada umumnya Gen Z dan Milenial lebih mengutamakan fleksibilitas dalam kesehariannya. Misalnya saat bekerja lebih cenderung menyewa rumah tinggal, ketika dalam satu atau dua tahun kedepan mengharuskan pindah perusahaan, tidak repot dengan hunian tinggal mereka.
"Karena itu, banyak dari mereka yang lebih memilih untuk menyewa rumah ketimbang membeli," ujar Fitrah saat diwawancara media ini Jumat (27/12).
Sebagai respons terhadap pola hidup tersebut, Kementerian PKP telah mengembangkan berbagai skema pembiayaan perumahan yang disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda. Salah satu program unggulan adalah skema Rent to Own, yang memungkinkan para penyewa rumah khususnya Gen Z dan Milenial untuk memiliki rumah setelah menyewa selama beberapa tahun.
Berbagai skema pembiayaan rumah juga tersedia di perbankan, termasuk untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) maupun Masyarakat Berpenghasilan Tanggung (MBT). Untuk Gen Z dan Milenial, Kementerian PKP hadirkan skema KPR yang lebih fleksibel.
Yaitu Rent to Own, bagaimana biaya sewa rumah sudah termasuk tabungan untuk uang muka rumah. Jika mereka merasa ingin menetap di suatu daerah setelah beberapa tahun menyewa, mereka bisa melanjutkan untuk membeli rumah tersebut melalui KPR. Jika tidak, mereka bisa pindah lagi tanpa kehilangan tabungan uang muka yang selama ini disisihkan dari pembayaran sewa rumah mereka.
Program ini diharapkan dapat membantu generasi muda untuk memiliki rumah tanpa terbebani dengan kewajiban membeli di awal, sekaligus memberikan kemudahan bagi mereka yang memiliki gaya hidup berpindah-pindah tempat.
“Upaya ini kami harapkan dapat menjembatani kesenjangan antara preferensi hidup Gen Z dan Milenial serta kebutuhan akan kepemilikan rumah yang lebih terjangkau,” tuturnya.
Merespons hal ini Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, menilai program yang digagas sudah memberikan harapan yang besar untuk masyarakat, terutama para generasi muda. Dia berharap program tersebut bisa berjalan dengan lancar, termasuk di Berau nantinya.
“Kita berharap program ini bisa terealisasi dengan benar, jangan nanti ternyata hanya wacana saja,” harap Saga. (sen/sam)