Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Alarm Bagi Pelaku Wisata, Hati-Hati Hindari Paksaan Berlayar

Beraupost • Senin, 23 Desember 2024 | 10:30 WIB

TABRAK : Satu unit speedboat mengalami kecelakaan di perairan pesisir selatan Berau pada Minggu (22/12). (POLAIRUD BERAU UNTUK BERAU POST)
TABRAK : Satu unit speedboat mengalami kecelakaan di perairan pesisir selatan Berau pada Minggu (22/12). (POLAIRUD BERAU UNTUK BERAU POST)


TALISAYAN –
 Satu unit speedboat yang membawa wisatawan dari Pulau Maratua menuju pesisir Selatan Berau mengalami insiden terdampar setelah menabrak karang. Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Polres Berau, AKP Faisal Hamid.

Faisal menjelaskan, speedboat tersebut terdampar akibat benturan dengan karang yang menyebabkan kebocoran pada badan kapal. "Speedboat itu menghantam karang sehingga mengalami kebocoran," ujar Faisal saat dihubungi via telepon, kemarin.

Akibat benturan tersebut, mesin speedboat juga rusak dan terjatuh ke laut, membuat kapal tidak dapat bergerak. Para wisatawan pun terombang-ambing beberapa saat di tengah laut. "Beberapa jam mereka terombang-ambing karena mesin kapal tidak berfungsi," ujarnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Faisal mengonfirmasi bahwa speedboat dan para wisatawan akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke Pulau Derawan dengan selamat.

Menanggapi kejadian ini, Faisal mengingatkan seluruh motoris dan pelaku wisata di Kabupaten Berau untuk lebih berhati-hati, terutama mengingat cuaca yang tidak mendukung. "Jangan dipaksa jika cuaca tidak baik, karena dapat membahayakan diri sendiri maupun wisatawan," imbaunya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir juga menyayangkan insiden tersebut. Meskipun ini merupakan  musibah, para motoris dan tour guide seharusnya bisa lebih memperhatikan kondisi cuaca sebelum memulai perjalanan.

"Cuaca saat ini memang tidak baik, seharusnya mereka tidak memaksakan diri," kata Ilyas.

Ilyas juga menekankan pentingnya memenuhi standar keselamatan dalam operasional speedboat, salah satunya dengan memiliki dua mesin. "Jika speedboat dilengkapi dengan dua mesin, maka satu mesin cadangan bisa digunakan jika yang satu rusak," jelasnya.

Selain itu, dirinya mengingatkan kepada pemilik jasa speedboat untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP), termasuk jumlah penumpang yang sesuai kapasitas kapal. "Jangan karena ingin mencari keuntungan lebih, jumlah penumpangnya melebihi kapasitas yang telah ditentukan," tegasnya.

Ia berharap seluruh pelaku wisata di Kabupaten Berau dapat memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keamanan serta kenyamanan wisatawan. "Jaga keamanan dan kenyamanan wisatawan, jangan sampai mereka kapok untuk datang ke Berau," harap Ilyas.(aky/arp)

Editor : Nurismi
#pulau derawan #Talisayan