Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kolaborasi Tingkatkan Ekspor, Bandara Kalimarau Jembatani

Beraupost • Rabu, 11 Desember 2024 | 08:30 WIB
DUKUNG UPAYA EKSPOR: Penandatanganan SOP pelaksanaan ekspor oleh manajemen Bandara Kalimarau dan stakeholder menjadi upaya pelaksanaan ekspor bisa lebih baik lagi.  (SENO/BP)
DUKUNG UPAYA EKSPOR: Penandatanganan SOP pelaksanaan ekspor oleh manajemen Bandara Kalimarau dan stakeholder menjadi upaya pelaksanaan ekspor bisa lebih baik lagi. (SENO/BP)

TANJUNG REDEB – Produk perikanan Berau yang berkualitas tinggi memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional. Namun, sejumlah kendala seperti biaya pengiriman yang tinggi menghambat upaya ekspor. Badan Layanan Umum (BLU) Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, berkomitmen mengatasi tantangan ini dan membuka peluang bagi produk-produk lokal untuk bersaing di pasar global.

Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Ferdinan Nurdin menyampaikan bandara tidak hanya berperan sebagai penghubung konektivitas, tetapi juga sebagai penggerak sektor perekonomian. Bandara Kalimarau, akan berfokus pada pengembangan kargo, khususnya ekspor, sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi di sektor logistik.

Hal ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden 5/2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional diatur secara khusus melalui Surat Edaran Direktur Jendral Perhubungan Udara 10/2023 tentang Petunjuk Teknis Implementasi Ekosistem Logistik Nasional

“Meskipun Bandara Kalimarau tidak termasuk dalam daftar bandara domestik yang ditunjuk untuk penerapan NLE. Kami berkomitmen memajukan perekonomian di sektor logistik melalui penerapan program NLE, yang telah mulai dilaksanakan sejak 29 Juli lalu,’’ ungkap Ferdinan.

Pada kesempatan yang sama Bandara Kalimaru menandatangani SOP Pemeriksaan Karantina, Kepabeanan, dan Keamanan Penerbangan pada Angkutan Udara Kargo dan Pos Udara di Kantor BLU UPBU Kelas I Kalimarau. Selain itu, juga memanfaatkan momen untuk berdiskusi bersama pelaku usaha kargo, jasa terkait dan eksportir.

Para eksportir berharap ada penyesuaian tarif Surat Muatan Udara (SMU) oleh agen pengiriman dan maskapai agar lebih kompetitif, terutama untuk pengiriman produk perikanan hidup yang memiliki permintaan tinggi. “Diskusi ini bertujuan menjembatani para pelaku usaha, maskapai, agen pengiriman, serta regulator seperti karantina dan Bea Cukai untuk merumuskan solusi tanpa merugikan pihak manapun,” terang Ferdinan.

Tiga poin utama yang menjadi fokus diskusi adalah biaya pengiriman, edukasi tentang HS Code, dan ketersediaan rute pengiriman langsung ke negara tujuan. “Kami harap, kegiatan ini sedikit banyak bisa memberikan manfaat ke depannya,” ungkap Ferdinan.

Dalam diskusi tersebut, Eksportir PT Satria Group, Joko Satria menyampaikan, banyak eksportir masih menghadapi kendala pada HS Code di negara tujuan. Diperlukan sosialisasi mendalam kepada masyarakat, terutama UMKM, mengenai administrasi pengiriman ekspor. “Kami perlu informasi yang detail terhadap administrasi, agar memudahkan kami untuk melakukan ekspor,” jelas Joko.

Persoalan tersebut langsung dijawab, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan Bea Cukai Tarakan, Abdul Latif, Bea Cukai terus melaksanakan coaching clinic untuk para eksportir agar permasalahan ini dapat diminimalkan. ’’Kami rutin melakukan pembimbingan untuk para pelaku usaha yang akan ekspor,” jelas Abdul Latif.

Untuk diketaui, Dinas Perikanan Berau merilis data ekspor, PT Ocean secara telah mengekspor 128 ton produk perikanan ke Tiongkok setiap bulan menggunakan kontainer. Namun, tarif SMU yang belum kompetitif membuat pengiriman menggunakan kontainer menjadi pilihan utama. (sen/arp/smi)

 

 

Editor : Nurismi
#berau #ikan #ekspor #bandara kalimarau