Direktur Operasional dan HSE PT Berau Coal, Arief Wiedhartono menyebut, 41 persen lulusan ini sudah bekerja sebelum diwisuda. Di tahun ketujuh Polteknik Sinar Mas Berau Coal berdiri, sebanyak 199 mahasiswa yang telah lulus. Sebagian besar bekerja di perusahaan-perusahaan.
“Politeknik ini merupakan komitmen Berau Coal dan Sinar Mas untuk terselenggaranya sekolah vokasi di Berau,” paparnya Kamis (5/12) lalu.
Dengan hadirnya sekolah vokasi seperti Politeknik Sinar Mas Berau Coal, dapat menciptakan lulusan yang berdaya saing, memiliki kemampuan spesifik dan SDM yang kompeten. Dengan kerja keras manajemen, kurikulum yang terdiri dari 70 persen praktik dan 30 persen teori bisa terwujud.
“Mahasiswa mendapat pengalaman juga lebih jelas di industri, sehingga dia dapat menguasai kompetensi dasar hingga kemampuan yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Politeknik Sinar Mas Berau Coal ini didirikan tak hanya sebagai upaya memberikan pendidikan, akan tetapi diharapkan mampu menghasilkan SDM berkualitas dan mampu terserap dalam dunia kerja. Meluasnya kebutuhan tenaga kerja yang terampil, membuatnya yakin keberadaan Politeknik Sinar Mas Berau Coal menjadi solusi atas kebutuhan tersebut.
Selain itu, pembukaan program studi baru di bidang kakao menunjukkan upaya politeknik untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di Berau. Langkah ini sejalan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Berau Coal yang fokus pada pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Saat ini PT Berau Coal telah mampu mengubah hasil biji basah menjadi biji kering yang memiliki nilai lebih besar.
“Kami sudah dorong politeknik membuka jalur peminatan kakao, menguasai hilir dan hulunya,” paparnya.
Dengan dibukanya jalur peminatan itu, ia meminta dapat mendukung rencana PT Berau Coal, dalam pemanfaatan desain lahan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember. Supaya terbuka di area buffer zone Berau Coal dan sebagian lahan masyarakat dibuka menjadi lahan kakao.
“Kami sudah kerja sama dengan pabrik di Bandung, tapi kalau produksinya sudah cukup tinggi, kami akan buat pabrik di Berau, sehingga hilirisasi bisa dilakukan,” terangnya.
Ketua DPRD Berau, Dedy Noor Nuryanto mengapresiasi upaya pendidikan PT Berau Coal melalui Politeknik Sinar Mas Berau Coal, khususnya jalur beasiswa yang sangat dimanfaatkan masyarakat Berau.
Terlebih lagi, lulusannya mudah mendapat pekerjaan seusai berkuliah. Baik itu terserap di PT Berau Coal ataupun di mitra kerja Berau Coal.
“Kami harap, jurusan-jurusannya bisa lebih beragam, sehingga menjadi alternatif kuliah yang berkualitas dan dekat untuk masyarakat Berau,” paparnya.
Salah satu wisudawan, Nur Ainun Musvirah, merasa bangga dan bersyukur, atas kesempatan berkuliah di Politeknik Sinar Mas Berau, juga dengan beasiswa penuh.
Dirinya yang menjalani jurusan D IV Teknik Rekayasa Logistik itu menyebut hal ini menjadi dukungan dirinya selama berkuliah di sana.
“Kami harap, politeknik bisa terus memajukan dunia pendidikan di Berau, serta Berau Coal bisa terus berkontribusi dalam memberikan beasiswa kepada mahasiswa di politeknik,” ungkapnya. (sen/*/arp/smi)
Editor : Nurismi