Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Uji Kelayakan Tunggu Kelengkapan Material

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Rabu, 27 November 2024 | 12:04 WIB
TUNGGU MATERIAL: Pelaksanaan uji kelayakan pada bangunan rumah sakit baru masih menunggu beberapa material pembangunan yang masih dalam perjalanan.
TUNGGU MATERIAL: Pelaksanaan uji kelayakan pada bangunan rumah sakit baru masih menunggu beberapa material pembangunan yang masih dalam perjalanan.

TANJUNG REDEB - Pembangunan rumah sakit baru di Jalan Sultan Agung masih belum bisa diuji kelayakannya atau komisioning, karena masih menunggu pembangunan benar-benar selesai sepenuhnya.

Komisioning adalah serangkaian kegiatan pengujian dan pemeriksaan untuk memastikan bahwa sistem, peralatan, dan komponen dalam suatu proyek atau instalasi beroperasi sesuai dengan spesifikasi dan standar yang ditetapkan.

Terbaru, pembangunan yang disebut sudah mencapai 90 persen itu masih menyisakan penyelesaian pada bagian mekanikal elektrikal atau kelistrikan yang belum terinstalasi sempurna, serta beberapa pembangunan fisik bangunan.

Dipaparkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Rumah Sakit Baru, Erwin, material atau bahan baku khususnya juga mekanikal elektrikal yang terlambat karena harus dikirim melalui perjalanan laut.

“Harusnya minggu lalu (sudah tiba) karena perjalanan laut tidak bisa diprediksi, begitu dia (material, red) datang langsung dipasang,” terangnya belum lama ini.

Setelah material datang dan terpasang, beberapa pekerjaan lainnya seperti penutupan plafon bangunan, yang hingga ditinjau pada Senin (25/11) masih belum terpasang.

“Beberapa yang belum ditutup karena tunggu itu,” jelasnya.

Mekanikal elektrikal ini menyangkut fungsional kelistrikan dari bangunan tersebut. Sehingga setelah selesai, nantinya akan segera dilaksanakan komisioning. Erwin menargetkan komisioning akan dilaksanakan akhir Desember mendatang.

Penyelesaian komisioning ini juga akan memengaruhi pembayaran kepada kontraktor, sebagaimana dipaparkan dalam perikatan kontrak, pembayaran dilakukan dengan selesainya komisioning. Jika tidak melaksanakan, maka sisa pembayaran tidak bisa diambil. “Mau kami ya akhir Desember ini,” tegasnya.

Dirinya pun masih optimistis, jika pekerjaan bisa selesai tepat waktu sesuai target yang dicanangkan. Meskipun pekerjaan lewat dari batas yang ditentukan semula, Erwin menegaskan telah ada aturan yang mengatur pembayaran denda keterlambatannya nanti.

“Itu (denda keterlambatan, red) akan dijalankan nanti, kalau kami memberikan support ke kontraktor selesaikan kerjaan tepat waktu, kalau lewat (masa kontrak, red) ada konsekuensinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Berau Sri Juniarsih didampingi Wakil Bupati Berau Gamalis, kembali meninjau progres pembangunan rumah sakit baru di Jalan Sultan Agung, Senin (25/11), untuk memastikan pembangunan fasilitas kesehatan masyarakat Berau itu dapat terbangun sesuai target dan tercapai.

Bupati menyebut, terkait status rumah sakit, pihaknya bakal mengalir saja. Pihaknya tak lagi mengharuskan rumah sakit baru mendapat legitimasi tipe B, melainkan sesuai regulasi yang berlaku. Akan tetapi keberadaan rumah sakit ini diharapkan dirinya mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di Berau.

“Kalau belum bisa memenuhi tipe B, tidak apa tipe C saja, yang penting berjenjang. Ada beberapa hal yang harus dilengkapi,” ungkapnya.

Sehingga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berfokus pada pemenuhan sarana dan prasarana, hingga pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatannya.

“Yang penting nanti dokter spesialis siap, alat kesehatan dan SDM-nya juga siap, poli wajib siap, termasuk ketersediaan tempat tidur,” tegasnya.

Selain pembangunan yang diterget selesai Desember mendatang, pemenuhan alkes serta sarana dan prasarana. Dengan demikian, pemenuhan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Berau bisa tercapai.

“Yang penting masyarakat tidak perlu dirujuk keluar lagi, yang penting tersedia fasilitas jadi tidak perlu keluar lagi,” tegasnya.

Pada peninjauan itu, dirinya juga menekankan terkait pembangunan fasilitas pendukung lainnya, seperti musala hingga taman rumah sakit. Namun dirinya masih menekankan pemenuhan alkes serta sarana dan prasarana sebagai fokus utama saat ini. Tujuannya, Pemkab Berau ingin memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan untun masyarakat.

“Yang terpenting nakes dan alkes kita sempurnakan pembangunan dahulu,” ujarnya. (sen/sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#berau #uji kelayakan #rumah sakit