TANJUNG REDEB – Sejak diresmikan pada Februari lalu, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu masih belum beroperasi maksimal. Bahkan baru bisa melayani rekomendasi bahan bakar minyak (BBM) dan izin kapal saja.
Sekretaris Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Yunda Zuliarsih mengakui masih ada beberapa item pekerjaan yang perlu dilakukan, agar TPI Tanjung Batu benar-benar difungsikan secara maksimal.
“Staf kami memang sudah ada yang ditempatkan di sana. Tapi untuk transaksi jual beli belum. Tapi tugas pelayanan di sana hanya untuk rekomendasi BBM dan izin kapal saja,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, konstruksi fisik bangunan TPI tersebut saat ini sudah mencapai 90 persen lebih. Namun, beberapa fasilitas interior yang dibutuhkan belum dilengkapi. Begitu juga, pengadaan fasilitas lainnya yang sedang dalam proses.
“Tapi tinggal penyempurnaannya dengan pengadaan alat cool storage dan pabrik es. Pabrik es kita kerja sama dengan Perusda Bhakti Praja,” bebernya.
Selain fasilitas interior, kata Yunda, jembatan, jalan, dan dermaga di sekitar lokasi juga sementara diperbaiki. Beberapa fasilitas penunjang itu tentu sangat dibutuhkan, agar pelayanan di TPI Tanjung Batu berjalan efektif.
“Untuk jembatan kami sempurnakan sayap kiri kanan, dan jalan kami buat pengerasan supaya aktivitas lebih mudah,” paparnya.
Yunda menambahkan, pembangunan TPI di atas lahan seluas 1,5 Hektare (Ha) itu menggunakan anggaran Rp 15 miliar. Dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan di Kecamatan Pulau Derawan.
Dengan fasilitas yang memadai, TPI Tanjung Batu juga dilengkapi dengan bangunan yang berfungsi sebagai tempat pengemasan hasil nelayan untuk ekspor. Tentu semua fasilitas ini dibangun agar TPI benar-benar fungsional dan bermanfaat.
“Harapannya TPI ini bisa dirawat dan dijaga dengan baik, agar segala hal yang dilaksanakan di TPI ini dapat membawa keberkahan untuk kita semua,” tandasnya. (*/aja/arp)