TANJUNG REDEB - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Berau menggelar sosialisasi pengawasan pemilihan partisipatif, Sabtu (12/10).
Kegiatan ini digelar sebagai salah satu langkah dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dihelat pada November mendatang.
Dalam kegiatan yang bertemakan ‘Peran Organisasi Pemuda dan Media Massa dalam pengawasan pemilihan partisipatif Pilkada’ tersebut, juga dihadiri beberapa organisasi kepemudaan dan beberapa perwakilan pers di Bumi Batiwakkal. Serta narasumber dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Berau, Didi Rahmadi.
Disampaikan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Berau, Natalis Wada, Bawaslu Berau tidak akan menolerir ketika ada pelanggaran pada Pilkada yang akan diselenggarakan pada November mendatang.
“Kami menegaskan tidak akan pandang bulu terhadap penindakan pelanggaran yang memang kami temukan di Bawaslu. Siapapun maka dari itu laporkan ketika adalah pelanggaran,” sebut dia.
Bawaslu Berau disampaikannya melakukan tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam hal ini baik pencegahan maupun dalam penindakan pelanggaran.
“Bawaslu Berau akan berjalan sesuai aturan. Termasuk ketika ada pelanggaran netralitas ASN, TNI/Polri maupun keberpihakan dari salah satu media,” jelasnya.
“Karena pelanggaran ini kan ada beberapa jenis maka kita akan sesuaikan dengan jenis pelanggarannya,” sambungnya.
Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu Berau, Ira kencana dalam pidatonya mengajak partisipatif dari masyarakat. Untuk mengawasi Pilkada Berau tahun 2024 agar berjalan dengan sukses.
“Dengan keterbatasan jumlah, di situlah kami mengajak peran dan partisipasi masyarakat bersama pemuda untuk melakukan pengawasan pada Pilkada ini,” ungkapnya.
Menjaga hak pilih juga menjadi hal yang begitu luar biasa untuk dikawal bersama. Untuk dapat menjaga hak pilih masyarakat di Kabupaten Berau. “Perlu menjadi atensi juga jangan sampai dibiarkan apabila terdapat paslon yang melakukan ujaran kebencian pada saat melakukan kampanye dan menyampaikan visi dan misi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi menyebutkan ini adalah salah satu kegiatan yang sangat baik. Karena peran pemuda dan pers dalam menyukseskan Pilkada juga dibutuhkan.
Lanjutnya ini adalah pesta demokrasi yang seharusnya menjadi perhatian bagi semua. “Ini suatu kegiatan yang saya rasa sangat bagus, mengingat bahwa Pilkada tidak lama lagi akan terlaksana,” ucap dia.
Kegiatan sosialisasi pengawasan pemilihan partisipatif seluruh masyarakat khususnya pemuda dan insan pres bisa untuk mengawal jalanya Pilkada agar bisa lebih baik lagi.
“Sebenarnya ini peran bersama, tetapi memang garda terdepan adalah para pemuda yang bisa mengontrol dan mengawal jalannya Pilkada ini,” tandasnya. (aky/arp)