TANJUNG REDEB - Festival kuliner pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) bakal kembali digelar oleh Dinas Pangan Berau. Banyak rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan festival tahunan tersebut.
Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan menyebut, rangkain festival kuliner akan diisi dengan bazar kuliner usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal, gelar pangan lokal, senam bersama B2SA, sosialisasi B2SA, demo olahan pangan lokal non beras non terigu, serta gerakan pangan murah.
Selain itu, festival kuliner juga dimeriahkan dengan beberapa lomba. Seperti, lomba barista, lomba kreasi menu B2SA, lomba jingle B2SA, lomba video konten B2SA, lomba tari kreasi, serta lomba menggambar dan mewarnai. Tidak lupa pihaknya juga melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Dinas Pangan untuk menjual sayur segar.
"Kami juga akan melaunching proyek perubahan Strategi Penyebar Luasan Kosumsi Makan B2SA atau disebut Si Penyu Makan B2SA," sebutnya.
Adapun festival pangan akan digelar pada 14-18 Oktober mendatang di halaman parkir Lapangan Batiwakkal. Festival tersebut sebagai upaya pihaknya untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan seimbang.
"Tahun ini kami ingin memudahkan masyarakat, dengan mengelompokkan makanan UMKM berdasarkan jenisnya. Misalnya, olahan jagung dalam satu stand," terangnya.
Masyarakat yang ingin bergabung dalam kegiatan festival kuliner kata dia, bisa mendaftar melalui nomor handphone yang tertera pada poster ataupun bisa melalui sosial media Dinas Pangan Berau.
“Sampai sekarang banyak sekali yang sudah mendaftar, makanya kita buat satu tenda itu ada beberapa UMKM. Banyak yang daftar dari kelurahan,” terangnya.
Rakhmadi menambahkan, dalam gelar pangan murah pihaknya bekerja sama dengan Bulog Berau untuk menyediakan beberapa komoditas pangan murah. Yakni, beras, minyak goreng, dan gula pasir. Serta bekerja sama dengan beberapa distributor yang ada di Kabupaten Berau.
Ia berharap, dengan adanya kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi pangan B2SA. Sehingga, dapat mewujudkan pangan seimbang dan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.
“Untuk meningkatkan konsumsi pangan lokal B2SA harus merubah pola pikir dahulu. Mementingkan nilai gizi untuk satu jenis makanan, seperti singkong, jagung, ubi jalar, dan semua bisa diperoleh di sekitar kita,” tandasnya. (*/aja/hmd)