TANJUNG REDEB - Kunjungan Presiden RI Joko Widodo masih meninggalkan beberapa cerita, kali ini dari dunia penerbangan. Kunjungan Jokowi ke Berau ini perdana melalui Bandara Kalimarau, sebagai pintu utama transportasi udara ikut menjadi saksi dalam peristiwa tersebut.
Kepala Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kalimarau, Ferdinan Nurdin, menyebut, dalam kedatangan Presiden pihaknya melakukan beberapa persiapan bersama seluruh jajaran.
"Kesiapan ini mencakup peningkatan fasilitas, mulai penambahan personel keamanan, hingga penguatan protokol keselamatan," ujarnya.
Ferdinan menyebut, kedatangan kemarin itu turut meningkatkan pengecekan infrastruktur yang dimiliki bandara sebagai upaya protokoler kepresidenan.
“Kita cek-cek itu baik dari fasilitas sisi udara maupun fasilitas yang di darat,” jelasnya.
Terpenting kata Ferdinan, kedatangan ini diharapkan mampu menjadi momen membuka peluang konektivitas rute baru bagi penerbangan domestik, sekaligus mendukung peningkatan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita tentu berharap, sedikit banyaknya kedatangan Pak Presiden ini bisa memberikan dampak bagi konektivitas penerbangan di Bandara Kalimarau,” paparnya.
Lebih jauh, Ferdinan berharap kedatangan Jokowi ke Berau dapat menarik perhatian nasional terhadap potensi pariwisata di Berau yang terkenal dengan keindahan alamnya, termasuk pulau-pulau eksotis dan destinasi ekowisata yang menjanjikan seperti Pulau Maratua dan Pulau Derawan.
“Terbukanya konektivitas diharapkan Kabupaten Berau semakin berkembang menjadi tujuan wisata yang unggul,” ungkapnya.
Posisi Berau sendiri dianggap strategis saat ini, bagaimana tidak, Berau dengan segudang potensi wisatanya terletak tidak jauh dari IKN jika ditempuh melalui penerbangan.
“Dengan posisi strategis ini, Berau tentu diharapkan bisa menjadi salah satu destinasi wisata favorit,” jelasnya.
Selain itu juga, Kabupaten Berau dan Bandara Kalimarau akan berfungsi sebagai simpul penting yang dapat mendukung logistik, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi secara umum dalam era baru Ibu Kota Nusantara.
“Kita tentu terus berbenah, sehingga mampu menghadapi tantangan kedepannya juga,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kedatangan Presiden ke Berau mampu membawa perubahan konkret bagi kemajuan daerah, Ferdinan menilai ini menjadi titik awal perubahan positif yang berkelanjutan.
Diharapkan konektivitas di Kabupaten Berau dapat meningkat secara signifikan, mendukung pertembuhan ekonomi, meningkatkan sektor pariwisata, dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Hal ini juga akan mempermudah akses bagi investor dan pelaku usaha, mendorong perkembangan daerah secara keseluruhan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir, mengaku pihaknya sudah gencar melaksanakan promosi pariwisata. Selain untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, diharapkan juga bisa menghidupi penerbangan dari dan menuju Berau.
“Kita di antaranya melalui promosi di bandara-bandara nasional dan internasional,” ungkapnya.
Seperti yang dilakukan selama dua tahun terakhir, Pemkab Berau melakui Disbudpar melakukan promosi pariwisata di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Harapannya, bisa menjadi iklan, bahwa selain wisata di Bali, Berau punya destinasi yang tak kalah menarik.
“Ketika itu berjalan, kita harap ramai wisatawan datang dan menghidupkan penerbangan yang ada,” jelasnya.
Selain itu, upaya penyebaran lainnya adalah melalui promosi digital, misalnya dengan memberdayakan para duta dan putri pariwisata yang ada. Promosi itu juga diharapkan mampu menginfluence wisatawan domestik dan luar negeri.
“Tentu upaya-upaya kita lakukan, sehingga disamping pembenahan wisata, kita juga menghidupkan pariwisatanya, dan dampak domino di beberapa sektor,” pungkasnya. (sen/sam)