BIATAN – Membeludaknya kunjungan pada destinasi wisata Air Panas Asin Pemapak di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan membuka peluang usaha homestay atau penginapan di sekitar destinasi wisata. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha Jasa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Nurjatiah.
Ia mengatakan, banyak usulan dari masyarakat yang menginginkan bantuan dari Disbudpar untuk mengembangkannya penginapan di sana. Sebab banyak wisatawan yang datang dari luar Berau mencari penginapan di sana. Jarak yang jauh membuat mereka ingin bermalam dan beristirahat, sebelum akhirnya kembali ke daerah asal.
Bahkan, para pengelola destinasi wisata akhirnya menyulap ruangan istirahat bagi karyawan sebagai tempat menginap wisatawan.
"Banyak masyarakat yang akhirnya menjadikan rumah mereka sebagai penginapan, karena di sana belum ada usaha homestay,” bebernya kepada Berau Post, Rabu (25/9).
Pihaknya mengarahkan mereka untuk melengkapi persyaratan membuka homestay secara resmi, seperti membuat Nomor Induk Berusaha (NIB). Serta harus dapat dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), serta lokasi tempat usaha yang jelas.
“Dari sana kami baru bisa memberikan bantuan. Karena itu menjadi persyaratan agar bantuan itu jelas diserahkan ke mana saja,” terangnya.
Adapun Disbudpar dapat memberikan bantuan berupa seprai, bantal, guling dan perlengkapan homestay lainnya. Pelaku usaha pun diarahkan untuk melengkapi standar kamar yang pas untuk dijadikan homestay.
“Kami siap memberikan bantuan asal mereka punya persyaratan yang jelas. Alhamdulillah respons masyarakat di Biatan menyambut bagus dan mau membuat NIB,” sebutnya.
Apalagi, kata Nurjatiah, membuat NIB saat ini tidak susah. Bahkan bisa dibuat secara online. Yang terpenting, pelaku usaha juga berkomitmen untuk mencatat setiap jumlah kunjungan yang dibuktikan dengan buku tamu. Sebab penting untuk pencatatan jumlah kunjungan wisata yang rutin dilakukan Disbudpar.
Dalam hal ini, Pemkab Berau memiliki tim terpadu yang terdiri dari Disbudpar, Bapenda, DPMPTSP, dan Dinkes. Tujuannya untuk memberikan sosialisasi kepada pelaku usaha terkait jasa usaha pariwisata, pajak dan retribusi, pembuatan NIB, serta rekomendasi rumah layak yang sehat untuk tempat makan, toilet dan sebagainya.
“Jadi empat OPD ini bekerja sesuai tugasnya masing-masing. Kolaborasi kami juga ditujukan agar mendapat satu data yang sama. Itu sudah kami lakukan di Maratua, Derawan, Bidukbiduk dan perkotaan,” urainya.
“Diharapkan ke depan masyarakat di Biatan juga semakin terbuka untuk membuat ekonomi kreatif (Ekraf) penunjang pariwisata,” sambungnya.
Pada Senin (23/9) lalu, destinasi Air Panas Asin Pemapak sempat dikunjungi Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik. Menurutnya, kawasan Air Panas Asin Pemapak meski tidak terlalu luas, namun mampu memberdayakan masyarakat sekitarnya.
“Bagi saya bukan luasannya, tapi ikhtiar warganya yang mau mengusahakan kawasan ini menjadi destinasi wisata,” ungkapnya.
Kawasan wisata tersebut dapat menambah daya tarik Berau untuk dikunjungi wisatawan lokal dan nasional, bahkan mancanegara. “Khusus warga Kaltim tidak perlu lagi jauh-jauh ke Jawa Barat atau Kalimantan Selatan hanya untuk wisata air panas, cukup ke Berau,” pesannya. (*/aja/arp)