Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Wilayah Albina Dikucur Rp 9 Miliar: Tingkatkan Drainase, Atasi Banjir

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Sabtu, 21 September 2024 | 13:16 WIB
BAKAL DIATASI: Pemkab Berau melalui DPUPR Berau akan menuntaskan permasalahan banjir di Jalan Albina melalui Masterplan Penanganan Banjir.
BAKAL DIATASI: Pemkab Berau melalui DPUPR Berau akan menuntaskan permasalahan banjir di Jalan Albina melalui Masterplan Penanganan Banjir.

TANJUNG REDEB – Jalan Albina, Tanjung Redeb masuk dalam rancangan penanganan banjir oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau melalui Bidang Sumber Daya Air. Pasalnya, wilayah itu kerap didera banjir.

Kepala Bidang SDA, DPUPR Berau, Hendra Pranata menyebut, tahun ini hingga tahun depan, akan ada penanganan jalur pembuangan atau limpasan air dengan dukungan anggaran mencapai Rp 9 miliar.

“Kami akan tangani wilayah tersebut, sehingga bisa terbebas banjir,” ujarnya, Jumat (20/9).

Penanganannya kata Hendra, jalur aliran itu nantinya akan melakukan Jalan Albina, mengarah ke arah Jalan Pembangunan 1. Namun, karena kontur jalan lembah dan gunung, aliran akan dialihkan menunu Jalan Albina 3.

“Nanti dia belok ke Albina 3, setelah itu diarahkan ke jaringan Maritam,” ujarnya.

Setelahnya, akan diarahkan melalui dua arah, baik jaringan Maritam atau Jaringan Pulau Kakaban untuk dialirkan ke saluran besar.

“Untuk tahun ini kami kerjakan kalau jalur Albina 3 sudah selesai,” jelasnya.

Dengan penanganan ini, harapannya permasalahan banjir yang kerap terjadi di Jalan Albina bisa teratasi.

“Kami kebut memang pekerjaan, sehingga penanganannya maksimal,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Hendra Pranata menuturkan, pada 2021-2022 lalu pihaknya telah membuat kolam detensi atau kolam resapan yang konstruksinya dibarengi dengan pembangunan beronjong. Guna kolam resapan tersebut untuk menampung aliran air hujan yang tidak terlalu deras.

“Apabila hujan turun bisa ditampung pada kolam resapan, sehingga mengurangi genangan air yang ada di jalan,” bebernya.

Dengan luasnya area Sei Bedungun dan banyaknya pembukaan lahan di wilayah atas, sayangnya kolam tersebut tidak terlalu maksimal berfungsi. Tahun ini bakal ditembuskan saluran pembuangan dari kolam resapan menuju ke sungai.

Adapun kegiatan yang dimaksud adalah pembangunan drainase kawasan Sei Bedungun yang nilainya sekitar Rp 30 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni 2024. Progres saat ini sudah dibuatkan saluran pembuangannya dari Jalan Muslimin sampai ke sungai. Targetnya pekerjaan selesai sampai akhir Desember.

“Tapi sepertinya belum sampai Desember pekerjaan drainase ini sudah selesai. Kemungkinan Oktober ini selesai,” imbuhnya.

Sebenarnya, kata Hendra, jalur penanganannya tersebar. Hanya saja yang saat ini menjadi fokus adalah Jalan SMP sepanjang 600 meter (M). Sedangkan, untuk pembangunan drainase di Jalan Kedaung sudah tuntas dikerjakan, tinggal dirapikan lagi di Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau.

Pihaknya juga tengah mengerjakan drainase dari simpang Jalan Muslimin menuju ke kolam resapan. Apabila pekerjaan tersebut selesai, diyakini dapat menekan banjir yang terjadi di Kedaung. (sen/arp)

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#berau #banjir #drainase