TANJUNG REDEB – Bidang Pengembangan Pemukiman Penataan Bangunan dan Jasa Konstruksi (P3BJK), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau mendapat pagu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024 sebesar Rp 233.649.000.000. Sayangnya, memasuki September ini realisasinya belum mencapai setengahnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) P3BJK DPUPR Berau, Junaidi menuturkan, hingga 11 September lalu anggaran yang telah terserap sebesar Rp 67.529.799.238. Di mana saat ini masih terus berproses terkait pengajuan atau permintaan pembayaran.
“Proses permintaan pembayaran masih terus berproses hingga saat ini,” ucapnya.
Selain realisasi anggaran, realisasi fisik program penataan bangunan gedung sampai saat ini masih di bawah 50 persen. Realisasi fisik itu sudah mencakup semua bangunan dan gedung yang telah mendapat izin pembangunannya.
“Progres fisik keseluruhan realisasinya sebesar 41,96 persen,” jelasnya.
Junaidi memastikan, bangunan gedung yang baru direncanakan atau sedang berjalan telah disertai dengan permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)-nya. Sehingga, tidak akan menimbulkan masalah ke depannya.
“Sedangkan, untuk bangunan gedung yang lama perlu dirunut lagi mengenai gambar rencana, asbuild drawing dan data-data surat bangunannya. Sifatnya nanti permohonan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bangunan,” tegasnya.
Sementara, Bupati Berau, Sri Juniarsih telah meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Berau untuk mengebut realisasi anggaran agar serapannya maksimal. Baik pada APBD 2024 maupun pada APBD-P nantinya.
“Meskipun untuk ABT belum berjalan, tapi saya ingatkan untuk memaksimalkan penyerapan anggaran,” tuturnya.
Terlebih, jumlah tambahan anggaran pada APBD-P 2024 mencapai Rp 1,4 triliun. “Ini harus dapat menjadi perhatian untuk diprioritaskan. Karena sisa waktu di anggaran perubahan hanya sebentar, perlu dioptimalkan,” tutupnya. (*/aja/arp)