TELUK BAYUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau bakal mempercantik kawasan Tepian Kalimarau di Jalan Poros Labanan-Tanjung Redeb. Dengan nilai anggaran mencapai Rp 4,57 miliar.
Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan, penataan beberapa kawasan tepian sudah dilakukan. Misalnya di Jalan Jenderal Ahmad Yani atau Tepian Sungai Segah, kemudian yang saat ini berlangsung di Jalan Pulau Derawan dan Tepian Kalimarau.
“Kita ini kan wilayah bantaran sungai, sehingga kami ingin kawasan tepian ini menjadi cantik dan nyaman dikunjungi,” ujarnya.
Berau, khususnya di Kecamatan Kota seperti Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Gunung Tabur dan Sambaliung terdapat kawasan tepian yang kerap menjadi andalan masyarakat menghabiskan waktu luang. Sehingga penataan bertujuan untuk memberikan rasa nyaman.
“Keindahan itu tidak hanya terfokus pada Tanjung Redeb, tetapi merata,” terangnya.
Dirinya ingin, penataan kawasan tepian ini bisa memberikan alternatif ruang terbuka bagi masyarakat. Sehingga peningkatan ini akan menambah deretan kawasan terbuka untuk masyarakat Berau serta wisatawan.
“Tentu bisa jadi lokasi keluarga untuk bermain di sore hari atau di akhir pekan,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, DPUPR Berau, Junaidi menambahkan, penataan kawasan Tepian Kalimarau mendapat dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau senilai Rp 4,57 miliar pada tahun anggaran murni ini.
“Jadi sekarang sudah mulai pekerjaan, sehingga kontraktor memulai pasang pagar seng,” jelasnya, Senin (9/9).
Pekerjaan tak hanya sekali saja, melainkan perlu satu kali lagi sehingga penataan bisa sempurna. Untuk tahap pertama ini, hanya di area simpang tiga Jalan Poros Labanan-Tanjung Redeb dengan Jalan Kalimarau hingga Jembatan Kalimarau.
“Penanganan tahun ini belum menyeluruh, baru tahap pertama sekitar 182 meter,” jelasnya.
Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah penyelesaian pedestrian dengan Homogeneous Tile, pelengkap jalan, lampu penerangan pedestrian, Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga Pergola atau bangunan peneduh.
“Nantinya juga akan dilengkapi dengan tiang pembatas hingga taman bermain anak,” jelasnya.
Junaidi berharap, ke depan pekerjaan ini mendapat perhatian, supaya bisa segera tuntas dan bisa dinikmati oleh masyarakat.
“Kami sangat berharap alokasi anggaran untuk kelanjutan penyelesaian Penataan Tepian Kalimarau, sehingga pekerjaan cepat tuntas dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal,” harapnya.
Untuk tahap kedua, Junaidi menuturkan setidaknya memerlukan anggaran Rp 9 miliar untuk tahap kedua sehingga selesai.
“Jadi perkiraannya untuk penanganan dari jembatan Kalimarau sampai ujung tepian Jalan Silo ya sekitar Rp 9 miliar,” pungkasnya. (sen/arp)