Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

600 Ha Dikhususkan untuk Kakao, Disbun Pastikan Menjaga Agar Tidak Beralih Fungsi

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Selasa, 3 September 2024 | 13:00 WIB
ILUSTRASI: Agar komoditas kakao tidak beralih fungsi lahan, Disbun Berau menetapkan 600 ha sebagai lahan pengembangan sesuai SK Bupati Berau Nomor 490 Tahun 2023.
ILUSTRASI: Agar komoditas kakao tidak beralih fungsi lahan, Disbun Berau menetapkan 600 ha sebagai lahan pengembangan sesuai SK Bupati Berau Nomor 490 Tahun 2023.

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah menetapkan lahan seluas 600 hektare (Ha) sebagai pengembangan perkebunan kakao di Kabupaten Berau. Penetapan itu penting dilakukan, agar lahan tidak beralih fungsi menjadi komoditas lain.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini, menyebut, pengembangan lahan kakao tersebut berada di 19 kampung pada 6 kecamatan di Kabupaten Berau.

"Sudah ditetapkan sebagai produk unggulan daerah, sehingga semua pihak diharapkan dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan," ujarnya belum lama ini.

Lahan seluas 600 ha tersebut tentunya memiliki peraturan khusus, yaitu telah masuk dalam SK Bupati Berau Nomor 490 Tahun 2023, dalam revisi tata ruang sebagai lahan yang hanya diperuntukkan untuk kakao. Dengan adanya perlindungan itu, para petani kakao juga diharapkan dapat berkomitmen tidak mengalih fungsikan lahan, dan tetap mempertahankan lahannya untuk budidaya kakao.

Selain perluasan lahan, dukungan terhadap pengembangan kakao juga diberikan pada petani sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan lahan mereka. Terutama melalui pemberian berbagai bantuan kepada para petani kakao, apalagi saat ini kakao dianggap belum mandiri seperti komoditas kepala sawit yang tidak lagi ditopang oleh pemerintah daerah.

"Setiap tahun kami rutin memberikan bantun bibit, pupuk, pelatihan, hingga peralatan pasca panen. Bantuan tersebut jelas berdasarkan dari usulan masing-masing kelompok tani," terangnya.

Salah satu yang sempat direalisasikan tahun ini adalah bantuan ribuan bibit kakao, bantuan lantai jemur, serta kotak fermentasi kakao. Hal itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas produk yang lebih bagus, agar dapat memenuhi permintaan pasar yang semakin banyak.

"Biji kakao fermentasi kita saat ini banyak diminati pasar nasional hingga internasional. Target kita meningkatkan produktivitas dan menjaga kualitas produk untuk memenuhi kebutuhan pasar," tegasnya.

Ditambahkannya, selain di hulu, untuk sektor hilir pihaknya telah membangun kerja sama dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, melakukan pengolahan produk kakao berupa cokelat dan produk turunan lainnya.

“Kerja sama itu perlu dilakukan agar baik hulu maupun hilir, semuanya berjalan dengan baik,” tegasnya.

Diskoperindag sudah berperan melakukan pendampingan kelompok, pelatihan, memberikan bantuan kemasan, dan memberikan bantuan peralatan.

Sebelumnya sempat dijelaskannya Jabatan Fungsional (Jafung) Penyuluh Disbun Berau, Syahrazar, sebelum mendata petani kakao, pihaknya telah menyosialisasikan perihal penetapan lahan kakao tersebut kepada para petani. Kemudian kelompok tani menindaklanjuti dengan memberikan surat pernyataan bermaterai bahwa siap mempertahankan lahan kakao mereka.

Pada tahun ini, Disbun Berau juga sempat memberikan pelatihan terkait kemitraan bagi pekebun kakao dengan perusahaan mitra. Diharapkan para petani kakao dapat meneguhkan kemitraan dengan perusahaan mitra sehingga proses pemasaran menjadi lancar.

"Sehingga diharapkan antara kelompok mitra dan perusahaan mitra dapat bekerja sama, menguatkan dan saling menguntungkan," urainya.

Tujuannya para petani bisa memahami fungsi dan tujuan pola kemitraan di antara kelompok mitra dengan perusahaan mitra. Terlebih dengan harga kakao yang semakin tinggi, tentu memotivasi petani untuk terus bertahan dan ada keinginan memperluas lahan mereka.

"Sejauh ini untuk penjualan pe-rusahaan mitra, sudah sampai ke Eropa dan Amerika Serikat. Permintaan domestik juga tidak kalah banyak," tutupnya. (*/aja/sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#berau #kakao #komoditas #lahan