TANJUNG REDEB - Hasil tangkapan ikan nelayan Berau meningkat di tahun 2024. Setidaknya untuk semester 1 2024, dibandingkan pada semester 1 tahun 2023 lalu.
Dijelaskan Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih, untuk semester 1 tahun 2024, jumlah tangkap ikan dan budidaya di Berau mencapai 13.909 ton. Dirincikannya, dari hasil perikanan tangkap mencapai 12.318 ton. Sedangkan perikanan budidaya mencapai 1.586 ton. “Ini baru semester satu, biasanya jumlahnya lebih tinggi lagi (semester 2)," ujarnya kepada awak media ini.
Hingga akhir tahun nanti, jumlah produksi ikan ditargetkan terus meningkat dan melampaui target pencapaian produksi ikan pada tahun 2023 dengan total 28.836 ton. “Jika melihat dari jumlah semester 1, sepertinya di tahun 2024 ini jumlahnya akan lebih meningkat, tetapi kita lihat saja nanti hingga akhir tahun,” ucapnya.
Namun diakui Yunda, meskipun secara umum meningkat, jumlah produksi ikan pada semester dua pada bulan Juni hingga Desember 2023 mengalami penurunan.
Hal itu berbeda dengan produksi ikan pada semester satu, Januari hingga Juni 2023 yang meningkat. Itu karena adanya faktor perubahan musim yang tidak bisa diprediksi oleh nelayan.
“Selain itu juga karena harga BBM mahal dan langka, itu salah satu penyebab jumlah tangkap ikan tak meningkat pada 2023 lalu,” ungkap Yunda.
Untuk meningkatkan hasil produksi di sektor perikanan tangkap, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap para nelayan kecil melalui bimbingan teknis (bimtek), pemberian bantuan berupa kapal atau perahu nelayan, pemberian mesin dongpeng, dan alat tangkap.
Sedangkan untuk perikanan budidaya, dilakukan peningkatan kapasitas SDM melalui bimtek, pemberian bantuan sarana produk budidaya perikanan seperti benih, pupuk dan pakan, serta kolam terpal atau bioflok. “Target kita setiap tahun naik terus, jadi upaya kita juga tidak pernah lepas untuk memberikan pendampingan,” tuturnya.
Ia berharap, dengan adanya produksi perikanan dan kegiatan budidaya dapat menjadi wadah peningkatan ekonomi nelayan di Kabupaten Berau. (aky/udi)