Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jembatan Kelay VII di Kampung Inaran Menjadi Terpanjang Dibangun dalam Lima Tahun Terakhir

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 13:22 WIB
DIRESMIKAN: Jembatan Kelay VII yang berlokasi di Kampung Inaran dibuka oleh Bupati Berau Sri Juniarsih pada Kamis (22/8).
DIRESMIKAN: Jembatan Kelay VII yang berlokasi di Kampung Inaran dibuka oleh Bupati Berau Sri Juniarsih pada Kamis (22/8).

SAMBALIUNG – Jembatan Kelay VII di Kampung Inaran, Sambaliung telah selesai dibangun. Jembatan dengan bentang mencapai 105 meter itu baru saja diresmikan oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih pada Kamis (22/8) lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Benny Sepriady Panjaitan menyebut, pembangunan jembatan ini bersumber dari APBD Berau dengan nilai anggaran mencapai Rp 45,5 miliar.

“Ya tentu kami harap, sekarang dari dan menuju Kampung Inaran lebih mudah lagi,” jelasnya.

Jembatan dengan panjang bentangan 105 meter itu, kata Benny, menjadi jembatan terpanjang yang dibangun, setidaknya lima tahun terakhir. Tentu, pihaknya berupaya pembangunan yang merata sesuai dengan tujuan pemerataan infrastruktur bagi masyarakat.

“Selama lima tahun terakhir, usai Jembatan Bena Baru, ini terpanjang. Dibanding dengan Sei Satta, ini lebih panjang,” jelasnya.

Jembatan dengan tipe kelas B ini terdiri dari Rangka Baja atau Truss Bridge dan Girder Baja. Jembatan dengan jalan cor beton itu memiliki lebar 7 meter atau lebar efektif 6 meter.

“Dengan lebar ini, mudahan bisa memenuhi kebutuhan akses bagi masyarakat, sehingga kebutuhan akses masyarakat lebih mudah,” pungkasnya.

Terpisah, Bupati Berau, Sri Juniarsih berharap dengan pembukaan jembatan itu, bisa memberikan kemudahan akses jalan bagi masyarakat. Hal ini juga merupakan bentuk komitmen Pemkab Berau dalam upayanya menyediakan konektivitas antarkampung di Berau.

“Dengan jembatan ini, masyarakat kami harap bisa beraktivitas dengan mudah, semua terjangkau oleh akses darat,” ujarnya.

Dengan demikian, jembatan ini mampu menghadirkan kesetaraan masyarakat, khususnya yang berada di Kampung Inaran agar lebih mudah melakukan aktivitas di luar kampung.

“Dengan akses yang memadai, tentu kami harap semua lini mendapatkan dampaknya,” jelasnya.

Akses jalan yang apik ini, kata Sri diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Sehingga, dibukanya jembatan tersebut bisa menjadi awal kemudahan akses dari dan menuju Kampung Inaran.

“Kegiatan sosial, budaya, ekonomi kami harap bisa terdampak, orang angkut material misalnya lebih dekat dan tidak perlu menyeberang lagi,” jelasnya. (sen/arp)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#berau #jembatan #kampung