TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi menyebut rencana pemasangan jaringan komunikasi internet berbasis satelit Starlink semakin matang. Bahkan dalam waktu dekat, tim Starlink akan bersama melakukan uji coba selama sebulan di Pulau Maratua.
“Kalau tidak berhalangan, tanggal 12 bulan ini bersama tim Starlink kami akan uji coba di Maratua,” ujarnya.
Pelaksanaan uji coba itu, ditegaskan Didi sebagai bentuk pengukuran kapasitas kemampuan yang bisa digunakan untuk di Berau dari berbagai tipe yang disediakan.
Setelah penganggaran perubahan disahkan, Diskominfo disebutnya akan dipasang 10 unit pada tahap pertama ini. Jika sebelumnya anggaran perawatan rutin atau pembayaran biaya sewa akan dibebankan kepada Alokasi Dana Kampung (ADK), Didi mengungkapkan untuk tahap pertama ini akan dibebankan kepada APBD Berau.
“Perubahan kan dimulai Oktober nanti, nah setelah Oktober itu baru bisa kami lakukan itu,” ujarnya.
Starlink menawarkan 6 paket layanan yang bisa digunakan. Harganya pun beragam, untuk perangkat kerasnya termurah dengan harga Rp 7,8 juta hingga yang termahal Rp 43,2 juta untuk tipe bergerak. Langganan per bulan juga dimulai dari Rp 750 ribu hingga Rp 86,1 juta untuk paket kapal dan mobile darat.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Berau akhirnya akan mengusulkan 10 peranti Starlink, yang merupakan sistem komunikasi internet berbasis satelit milik Elon Musk.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi membenarkan hal tersebut, bahwa pihaknya pada masa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau 2024, masa perubahan akan mengusulkan setidaknya 10 piranti terlebih dahulu.
“Iya, kami akan usulkan di masa perubahan ini sebanyak 10 unit dahulu,” ungkapnya.
Didi melanjutkan, kebutuhan internet menjadi hal penting. Sebagaimana pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, bahwa salah satu indikator baiknya suatu destinasi adalah adanya jaringan internet yang andal.
“Pemasangan memang sesuai kebutuhan, ini baru usulan dan semoga disetujui saat pembahasan nanti,” ujarnya.
Titik yang akan menjadi sasarannya dalam tahap pertama nanti, jika usulan ini berjalan lancar adalah wilayah-wilayah blankspot yang dianggap penting dan memerlukan jaringan internet.
Kemudian, wilayah-wilayah destinasi wisata unggulan dan prioritas, seperti Maratua. “Itu (wilayah wisata, red) masuk juga, nanti kita lihat berapa dikabulkan dan di mana saja bisa kami pasang,” jelasnya.
Penggunaan sistem komunikasi internet berbasis satelit ini, kata Didi juga melihat beberapa hasil pemasangan di daerah lain yang dinilai berhasil. Baik itu dari pemberitaan maupun testimoni yang banyak diunggah masyarakat di media sosial yang berkembang belakangan ini.
“Ya, memang kamj akui, dari segi harga dan kemampuannya, Starlink ini banyak kelebihannya,” tuturnya.
Hal itulah yang menjadi daya tarik Pemerintah Kabupaten Berau untuk turut serta menggunakan Starlink, sebagai salah satu upaya pengentasan blankspot. Sekaligus mendukung wilayah pariwisata strategis tertopang jaringan internet yang memadai.
“Yang jadi harapan kami wilayah-wilayah blankspot bisa teratasi dan tidak menjadi kendala di kemudian hari,” pungkasnya. (sen/arp)
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi