Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

⁠Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, Dosen dan Mahasiswa ITB Ajarkan Pembuatan Pupuk dan Pestisida di Maratua

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Kamis, 8 Agustus 2024 | 12:30 WIB
PENDAMPINGAN MASYARAKAT: Mahasiswa ITB saat melaksanakan pengabdian masyarakat di Pulau Maratua.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT: Mahasiswa ITB saat melaksanakan pengabdian masyarakat di Pulau Maratua.

MARATUA – Tim Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida hayati kepada masyarakat Maratua. Pengabdian masyarakat ini telah berjalan sejak 29 Juli 2024 lalu.

Pelatihan itu untuk mendukung pertanian berkelanjutan kepada masyarakat Maratua, terutama terkait penggunaan pupuk dan pestisida hayati.

Juru Bicara Tim Pengabdian Masyarakat ITB di Maratua, Bryan Syafiq Nugraha menjelaskan, tim yang terdiri dari tiga dosen dan dua mahasiswa ITB itu bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat. Khususnya dalam memproduksi pupuk dan pestisida hayati guna mendukung pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan di daerah tersebut.

“Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga merupakan kegiatan lanjutan dari tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya, Rabu (7/8).

Masyarakat Maratua yang memiliki mata pencaharian utama bukan di sektor pertanian, menghadapi tantangan besar dengan keberadaan pupuk yang sangat langka dan mahal. Keterbatasan akses dan biaya tinggi untuk mendapatkan pupuk kimia menyebabkan para warga kesulitan dalam mengelola tanaman-tanaman mereka. 

“Hal itu yang mendorong kami melaksanakan pendampingan ini,” terangnya.

Selain itu, telah ditemukan adanya hama yang mengganggu tanaman milik warga yang dapat menyebabkan kerugian usaha pertanian. Pentingnya pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida hayati menjadi semakin mendesak untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Maratua.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat memproduksi pupuk dan pestisida alami secara mandiri.

“Sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan,” ujarnya. 

Kegiatan pelatihan ini dimulai sejak 29–31 Juli 2024 yang dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan oleh 1 asisten dan 2 mahasiswa dari program studi Rekayasa Pertanian SITH ITB sampai dengan tanggal 29 Agustus 2024.

Pada pelatihan ini, tim pengabdian masyarakat melatih warga untuk membuat pupuk organik cair dan pestisida hayati. Dengan memanfaatkan bahan-bahan sumber daya alam yang berada di sekitar kampung seperti daun pepaya, air kepala, limbah ikan.

“Kemudian, kami coba untuk dilakukan pengaplikasian pupuk dan pestisida hayati terhadap tanaman,” jelasnya.

Peserta pelatihan ini terdiri dari anggota PKK Kampung Payung-Payung. Mereka menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian acara pelatihan.

Semangat para peserta terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam setiap sesi, baik teori maupun praktik, demi menguasai teknik pembuatan pupuk dan pestisida hayati.

Ketua Badan Permusyawaratan Kampung, Ilyas mengatakan, kegiatan pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh tim ITB ini menjadi sangat bermanfaat. Serta diharapkan menjadi solusi dari permasalahan pertanian yang ada.

"Kami berterima kasih kepada ITB karena telah memberikan ilmunya kepada kami dan membantu membina masyarakat di sini, terutama para ibu-ibu,” tuturnya.

Padahal, sebelumnya yang ditanami hanya singkong dan pisang. Sementara sayur-sayuran tidak begitu banyak. Adanya pelatihan ini, dirinya menyampaikan ungkapan terima kasih karena ilmu dari mahasiswa dan dosen ITB sangat bermanfaat.

“Mudah-mudahan ilmu yang diberikan bisa kami kembangkan lebih lanjut di masa depan," ujarnya.

Sekretaris TP-PKK Kampung Payung-payung, Mirna melanjutkan, dengan dilakukan pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida ini bisa memotivasi warga Maratua untuk bertani dan bisa menjadi sarana pemenuhan gizi keluarga.

“Harapan dengan adanya pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida hayati ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk bertani tanaman lainya guna memenuhi gizi keluarga” ujarnya.

Pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida hayati tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga, tetapi juga membuka peluang untuk pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. (sen/arp)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#maratua #itb #pestisida