TANJUNG REDEB - Tahun ini Kabupaten Berau sudah bebas dari kampung berstatus rawan pangan. Hal itu dipastikan langsung Bupati Berau Sri Juniarsih, kemarin (28/7).
Dijelaskan bupati, ada enam kategori rawan pangan yang bisa terjadi. Di antaranya sangat rentan, rentan, agak rentan, agak tahan, tahan dan sangat tahan pangan.
Dari beberapa kategori tersebut, hanya ada 22 kampung yang masih berstatus agak rentan rawan pangan di Kabupaten Berau saat ini. "Agak rentan di sini bukan berarti itu rawan," ujarnya.
Kendati demikian, untuk indeks ketahanan pangan (IKP) memiliki enam indikator, di antaranya dari luasan lahan yang terus berkurang setiap tahun dikarenakan kegiatan ekonomi dan lain hal menjadi salah satu pengaruh suatu wilayah dapat dinyatakan kerawanan pangannya.
Selain itu, penentu lainnya juga seperti akses air bersih yang ada di setiap kampung sudah lebih baik, dan akses penghubung antarkampung serta kota saat ini jauh lebih baik. Di samping jumlah masyarakat miskin yang setiap tahun mengalami penurunan, juga sarana dan prasarana ekonomi yang saat ini memadai.
“Tidak kalah pentingnya juga pemenuhan fasilitas kesehatan bagi masyarakat Berau saat ini sudah sangat mencukupi,” bebernya.
Sri Juniarsih berharap, semua faktor pendukung ketahanan pangan di Kabupaten Berau bisa terus meningkat, yang harapannya juga dapat meningkatkan status rawan pangan naik level.
“Kami sangat optimistis Berau di masa depan akan kuat dalam hal ketahanan pangan,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, menambahkan, kondisi ketahanan pangan kampung-kampung di Berau setiap tahun semakin baik. Itu jelas menurunkan jumlah kampung rentan rawan pangan di Bumi Batiwakkal.
“Ketahanan pangan ini bukan hanya dinas kami saja yang berperan, tapi juga dari seluruh OPD terkait yang memengaruhi ketahanan pangan dari indikator Bapanas,” terangnya.
Dibeberkannya, IKP di Kabupaten Berau pada 2022 secara nasional berada di urutan ke-21 dari 416 kabupaten, dengan 86,16 poin. Merupakan kabupaten yang memiliki ketahanan pangan terbaik se-Kaltim.
Mengalami sedikit penurunan jika dibanding IKP pada 2021 yakni, 86,77 poin. Berada di posisi 11 dari 416 kabupaten. Sementara di tingkat provinsi, IKP 2022 Kaltim menduduki peringkat 11 dengan 77,65 poin. (*/aja/sam)