Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bupati Resmikan Tepian Ahmad Yani, Kini Semakin Rapi dan Nyaman

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Senin, 22 Juli 2024 | 18:16 WIB
DIRESMIKAN: Bupati Sri Juniarsih, meresmikan kawasan Tepian Ahmad Yani sekaligus penyerahan booth UMKM.
DIRESMIKAN: Bupati Sri Juniarsih, meresmikan kawasan Tepian Ahmad Yani sekaligus penyerahan booth UMKM.

TANJUNG REDEB - Bupati Berau, Sri Juniarsih, meresmikan kawasan Tepian Ahmad Yani dan Penyerahan Booth UMKM di Kawasan Tepian Ahmad Yani, Jalan Ahmad Yani, Minggu (21/7) malam.

Peresmian itu dilaksanakan usai revitalisasi yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau dengan anggaran mencapai Rp 27,7 miliar, dengan judul pekerjaan Revitalisasi Jalan dan Bangunan Pelengkap Kawasan Jalan Antasari dan Jalan Ahmad Yani Tanjung Redeb.

Anggaran yang dialokasikan termasuk menangani revitalisasi bangunan pelengkap di Jalan Antasari berupa jalur pejalan kaki, saluran primer dan saluran sekunder.

Photo
Photo
SUASANA: Kawasan ini pun semakin menarik, membuat semakin banyak masyarakat datang untuk bersantai di salah satu ikon di Kota Tanjung Redeb itu.
SUASANA: Kawasan ini pun semakin menarik, membuat semakin banyak masyarakat datang untuk bersantai di salah satu ikon di Kota Tanjung Redeb itu.

Sebelum peresmian, bupati pun sempat meninjau ulang kawasan tersebut, termasuk melakukan pengecekan dengan teliti bagaimana rombong-rombong itu dibuat, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan PKL di Kawasan Tepian Ahmad Yani.

"Saya lihat sekilas, dari jauh sudah lebih rapi. Hanya ada beberapa kekurangan, karena ini kita kerjakan dengan cepat, misalnya masih ada cela sehingga air hujan merembes," paparnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga meninjau bersama perwakilan dari vendor, CV Mahakam Tri Abadi yang diwakili oleh Account Manager, Boy Sihombing.

Bupati mengingatkan keperluan tambahan desain bagi setiap rombong akan menjadi tanggung jawab vendor dalam masa pemelihara-an tiga bulan ke depan.

"Ini menjadi tanggung jawab dari kontraktor untuk perbaikan yang sifatnya belum sempurna, ini akan digaransi 3 bulan," ungkapnya.

Ini juga kata bupati, merupakan bentuk keseriusan Pemkab Berau dalam menyediakan kawasan yang representatif dan proporsional bagi wisata kuliner dan kegiatan UMKM terintegrasi di kawasan perkotaan.

"Nanti keluhan pedagang akan diakomodir. Intinya malam ini karena masih permulaan baru pindah, memang belum terlalu rapi, ke depan kita akan pantau tempat ini jadi tempat bersantai yang nyaman," ujarnya.

Ditambah lanskap pemandangan di malam ataupun siang hari juga nikmat dipandang. Sebab, wilayah ini berhadapan langsung dengan Kesultanan Gunung Tabur yang di malam hari semakin cantik.

Bahkan beberapa waktu lalu, Menparekraf Sandiaga menikmati waktu santai di kawasan ini.

Dalam mewujudkan bentuk keseriusan Pemkab Berau dalam menata Kawasan Tepian Ahmad Yani ini dengan evaluasi dan melaksanakan pembaruan, penambahan fasilitas, serta penataan wilayah yang semakin rapi. “Ini bentuk keseriusan kami memberdayakan kawasan ini untuk kesejateraan masyarakat,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, DPUPR Berau, Junaidi, menuturkan, pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar, namun karena sebagian bangunan pelengkap trotoar dibuat khusus dan perlu instalasi seperti tiang lampu, lampu hias, sehingga keterlambatan penyelesaian melewati tahun anggaran.

“Penataan Tepian Ahmad Yani bagian dari paket pekerjaan yang memang program khusus mendukung Peraturan Bupati Nomor 59 Tahun 2019 tentang Penetapan Kawasan Wisata Kuliner,” ujarnya, Minggu (21/7).

Dalam pekerjaan revitalisasi itu, pengerjaan secara spesifik berupa bangunan pelengkap jalan seperti saluran, pedestriani, pohon-pohon peneduh, pot, dan tanaman bunga.

“Kemudian juga lampu hias dan lampu penerangan yang dibuat estetik dengan konsep humanis, terpadu, dan memuat kearifan lokal,” paparnya.

Kawasan Tepian Ahmad Yani sendiri merupakan bagian ruang publik yang ditata untuk menjadi tempat yang menarik dan mampu menunjang pariwisata dan wisata kuliner. Penataan kawasan yang dilakukan berupa penyediaan jalur pedestrian yang humanis dilengkapi guiding block, kursi yang bermotif penyu, pot dan tanaman bunga dengan ornamen ukiran khas Berau, pohon-pohon peneduh, pagar pembatas (Bollard) bermotif ukiran.

“Juga kita pasang lampu hias akrilik bertuliskan BERAU dan SEGAH RIVERSIDE, serta lampu penerangan yang dilengkapi model tameng sebagai papan informasi,” jelasnya.

Dikatakannya juga, sekarang hasil pekerjaan sudah selesai dan bisa dinikmati serta dimanfaatkan masyarakat. Jika dibandingkan menurutnya, saat ini pengunjung Kawasan Tepian Ahmad Yani dengan sebelum direvitaliasi jauh berbeda, saat ini pengunjung lebih ramai diwarnai masyarakat yang antusias berkunjung. “Memang karena kawasan ini adalah milik bersama, kami berharap masyarakat baik para pedagang dan pejalan kaki, serta penikmat kuliner bisa menjaga kebersihan,” harapnya.

Kerapian dan keberadaan semua fasilitas yang ada ditekankannya, diperlukan kolaborasi jangka panjang antara pemerintah dan masyarakat untuk menata lebih baik, termasuk halnya area parkir, jalur lalu lintas, dan kebersihan serta ketertiban.

“Semoga kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang memiliki nilai yang baik dari sektor pariwisata, ekonomi dan sosial, serta menjadi kebanggaan masyarakat Berau,” pungkasnya.

Ditemui terpisah, Account Manager CV Mahakam Tri Abadi, Boy Sihombing, menjelaskan, beberapa catatan dalam peninjauan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih akan menjadi perhatian bagi timnya.

Dikatakan, dimulai Senin (22/7) perbaikan dan pemenuhan kebutuhan pedagang penerima rombong akan mulai dikerjakan. “Kita usahakan dan menenuhi kebutuhan mereka dari keseluruhan,” ujarnya malam itu.

Keluhan itu di antaranya penambahan penyediaan penambah tinggi untuk pedagang, perbaikan celah rombong yang menyebabkan rembesan air hujan masuk, hingga keperluan personal pedagang untuk menyesuaikan dengan produk jualannya.

“Kan pedagang beragam, misal pedagang bakso atau soto bagian rombong harus bolong, itu nanti disesuaikan,” pungkasnya. (sen/sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#umkm #Tepian #wisata