Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Porsi 20 Persen APBD untuk Disdik: Komisi I Janji Kawal, tapi Harus Ada Terobosan

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Jumat, 19 Juli 2024 | 13:00 WIB
RAPAT BERSAMA: Komisi I DPRD Berau saat menggelar rapat bersama Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu.
RAPAT BERSAMA: Komisi I DPRD Berau saat menggelar rapat bersama Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu.

TANJUNG REDEB – Komisi I, DPRD Berau meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Berau membuat terobosan baru. Salah satunya menciptakan kelas digital di seluruh sekolah.

Permintaan itu disampaikan Ketua Komisi I, DPRD Berau, Peri Kombong saat rapat bersama jajaran Disdik Berau pada Rabu (17/7) lalu. Sekaligus ingin memastikan porsi 20 persen anggaran pendidikan, harus bisa dikelola Disdik Berau ke depannya.

Menurut Peri, hampir di kabupaten kota lainnya, anggaran pendidikan 20 persen dikelola Disdik. Namun di Berau saat ini porsi anggaran tersebut masih disebar di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kami ingin fokus untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Berau,” ujarnya kepada Berau Post, Kamis (18/7).

Dengan besarnya porsi anggaran pendidikan, Politisi Gerindra itu tak ingin ada alasan lagi, perihal keterbatasan anggaran untuk mengurusi pendidikan di Bumi Batiwakkal.

Bahkan, anggaran yang diproyeksikan ratusan miliar itu harus diiringi dengan terobosan baru, untuk meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu di antaranya membuat kelas digital untuk pembelajaran interaktif.

“Kelas digital ini akan dibuat secara merata di seluruh sekolah, baik itu wilayah perkotaan hingga kecamatan terjauh,” jelasnya.

Pemerataan itu ditegaskannya, supaya mengubah pemikiran masyarakat, bahwa mutu pendidikan di perkotaan lebih baik dari pada di kecamatan terjauh. Dengan begitu, tidak ada lagi orangtua.

“Jaringan saya rasa bukanlah suatu masalah, karena bisa kita sandingkan dengan Starlink. Jadi saya rasa tidak ada alasan lagi terkait dengan jaringan,” ungkapnya. Program ini diharapkan bisa berjalan dalam waktu dekat.

Berkaca dari Balikpapan yang anggaranya lebih kecil dari Kabupaten Berau, menurutnya jauh lebih canggih terkait dengan pembelajaran.

“Meningkatkan mutu pembelajaran itu sangat dibutuhkan untuk mencetak generasi yang bagus untuk ke depannya,” harap dia.

Adanya kelas digital, dirinya yakin para siswa tidak bosan untuk belajar. Sekaligus menjawab dorongan dari Pemerintah Pusat untuk meningkatkan dunia pendidikan.

Peri juga memastikan, Dinas Pendidikan Berau sangat mendukung adanya program ini. Namun, diakuinya bahwa mereka keterbatasan dengan anggaran. “Kami di Komisi I akan mengawal terkait dengan peningkatan anggaran untuk pendidikan dan kelas digital juga harus bisa dimulai,” sebutnya.

“Meski tidak di semua sekolah, paling tidak bisa dilakukan di kecamatan-kecamatan dahulu,” sambungnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah membenarkan rapat bersama Komisi I DPRD Berau beberapa waktu lalu. Dalam rapat itu, pihaknya melakukan rapat membahas anggaran hingga beberapa terobosan yang akan dilakukan.

Dirinya juga sangat setuju terkait anggaran 20 persen yang harus dikelola pihaknya. Tentunya, dengan adanya anggaran tersebut, akan ada terobosan yang bisa dilakukan.

“Untuk saat ini kami akui masih keterbatasan anggaran, jika anggaran kami cukup, maka akan kami manfaatkan semaksimal mungkin untuk keperluan yang prioritas,” ungkapnya.

Terkait dengan kelas digital, dirinya juga yakin akan bisa terealisasi dengan baik, jika anggaran untuk Dinas Pendidikan terpenuhi.

“Kelas Digital saya rasa sangatlah bagus, karena ini salah satu langkah pemerataan pembelajaran baik di wilayah kota hingga kampung. Kami sangat setuju dengan program seperti ini,” tandasnya. (aky/arp)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#pendidikan #apbd