Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

BUMK Ayam Petelur Labanan Makarti Hasilkan Belasan Juta Rupiah Per Tahun

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Selasa, 16 Juli 2024 | 13:24 WIB
PENGHASIL TELUR: Unit usaha ayam petelur milik BUMK Labanan Makarti menjadi salah satu penyumbang PAK.
PENGHASIL TELUR: Unit usaha ayam petelur milik BUMK Labanan Makarti menjadi salah satu penyumbang PAK.

TELUK BAYUR – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dimiliki setiap kampung sebagai sumber pendapatan. Kampung Labanan Makarti pun memiliki beberapa unit usaha seperti pembuatan batik, rumah coklat kulanta, hingga kandang ayam petelur.

Khusus unit usaha kandang ayam petelur, saat ini telah rutin menyumbang dana untuk Pendapatan Asli Kampung (PAK). Bahkan, pendapatan yang masuk dalam kas dana kampung tersebut sebesar 30 persen per tahun dari total pendapatan bersih.

Paryono Purnomo Galih selaku Sekretaris Kampung mengatakan, pendapatan yang diperoleh kampung pada tahun lalu menyentuh angkat belasan juta rupiah. “Kalau terakhir ada di angka sekitar 16 juta,” ungkapnya, kemarin (15/7).

Ia menjelaskan, usaha peternakan ayam petelur dipilih sebagai usaha meningkatkan gizi dan protein masyarakat kampung. Sebab telur merupakan produk makanan yang bergizi dan mampu dijangkau masyarakat golongan menengah ke bawah.

“Telur ini adalah salah satu produk makanan yang memiliki gizi cukup tinggi, tetapi harganya bisa dijangkau masyarakat menengah ke bawah,” terangnya.

Tujuan untuk meningkatkan asupan gizi dan protein masyarakat kampung, dijelaskannya merupakan tujuan utama, selain tujuan ekonomis yang menjadi latar belakang didirikannya usaha ternak ayam petelur ini.

“Kampung memiliki unit usaha ayam petelur melalui kepala kampung itu adalah untuk memperbaiki gizi dan protein masyarakat, selain nilai ekonomisnya,” jelasnya.

Ditemui secara terpisah, Direktur BUMK Labanan Makarti, Dea Nurwana Solihin menerangkan, saat ini kandang ayam berjumlah empat buah. Dengan rincian, tiga buah kandang produksi dan satu buah kandang pembesaran.
Dengan jumlah tersebut, telur yang diproduksi setiap harinya dapat diperoleh sebanyak 93 piring. Saat ini pemasaran dilakukan pada salah satu perusahaan tambang, toko roti, serta di tiga kampung Labanan, yakni Labanan Makarti, Labanan Makmur, dan Labanan Jaya.

Dea juga mengungkapkan, kandang ayam petelur sebagai unit usaha kampung yang pernah memenangkan lomba di tingkat provinsi sebagai juara satu. Lomba tersebut telah terlaksana pada 2021 lalu.

“Kalau BUMK kandang petelur ini pernah juara satu tingkat provinsi tahun 2021,” paparnya.

Ia juga menjelaskan, sebelum seperti sekarang ini, kandang ayam petelur tersebut pernah hampir gulung tikar akibat lonjakan harga pakan. Hal tersebut kemudian membuat pihaknya bersama pemerintah kampung berupaya memutar otak dengan memproduksi sendiri pakan untuk ayam.

“Kan awalnya pakan itu beli ke produsen, sekarang sudah bisa produksi sendiri. Beli jagungnya sendiri,” jelas Dea.

Bahan pembuatan pakan tersebut diperoleh dari masyarakat, kemudian diolah di kandang menggunakan tenaga masyarakat, diberikan kepada ayam petelur. Kemudian kotoran yang dihasilkan diberikan kepada masyarakat sebagai pupuk tanaman. Sehingga hal tersebut dapat membentuk rantai pasok. “Pakan unggas tadi kemudian mampu menciptakan rantai pasok,” terangnya.

Selain dipasarkan di daerah Berau, telur dari kandang milik Kampung Labanan Makarti juga dikirim sampai lintas provinsi, yakni Kalimantan Utara.

“Kalau banjir (jumlah pasokan) telur di daerah Berau gak bisa dihabiskan, dijualnya ke Kaltara,” ungkapnya.

Tahun ini, telur yang diproduksi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan di Berau serta kontrak-kontrak yang telah terjalin.

“2024 ini memenuhi pasar Berau aja karena harus memenuhi kontrak, jadi menjaga. Kalau dulu belum ada (kontrak) jadi jualnya sembarang aja,” tutupnya. (*/mlt/arp) 

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#BUMK #mandiri